Kamis, 31 Desember 2009

HAMBATAN PELAKSANAAN KIE HIV/AIDS DALAM PELAYANAN ANC OLEH BIDAN DI PUSKESMAS KOTA YOGYAKARTA



HAMBATAN PELAKSANAAN KIE HIV/AIDS DALAM PELAYANAN ANC OLEH BIDAN DI PUSKESMAS KOTA YOGYAKARTA


INTISARI
Latar Belakang: Indonesia sudah masuk ke tingkat epidemi terkonsentrasi sejak tahun 2000 yaitu pada kelompok yang beresiko tinggi, prevalensi HIV/AIDS melebihi 5%. Kota Yogyakarta adalah salah satu daerah yang masuk ke dalam program akselerasi dari 105 kabupaten/kota di Indonesia dan telah menyediakan layanan tes HIV di tingkat puskesmas. KPA Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  2009 melaporkan  sejak tahun 2003-2008 di DIY ada 23 anak dengan poisitif HIV, tahun 2005-2008 tercatat ibu hamil dan melahirkan positif HIV 10 orang. PMTCT diintegrasikan dengan paket pelayanan KIA dan KB sehingga bidan di tiap puskesmas mendapatkan sosialisasi tentang PMTCT, sebagai wujud mencegah penularan, diharapkan ikut memberikan andil dengan pemberian KIE terhadap perempuan yang datang ke tempat pelayanan kesehatan, namun hal ini belum bisa terlaksana.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat KIE tentang HIV/AIDS pada pelayanan ANC oleh bidan dalam mendukung program PMTCT di puskesmas kota Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan field research. Lokasi penelitian diambil di 13 puskesmas yang ada di kota Yogyakarta, responen utama adalah  bidan di pelayanan KIA rawat jalan, tiap puskesmas diambil satu bidan yang telah mendapatkan sosialisasi maupun pelatihan tentang program PMTCT dengan in-depth interview. Responden tambahan yaitu penentu kebijakan dan klien. Analisis data menggunakan content analysis sedangkan pemeriksaan keabsahan data dengan metode triangulasi metode dan sumber.
Hasil: Hasil in-depth interview didapatkan delapan kategori tema sebagai faktor penghambat.
Kesimpulan: Delapan faktor  penghambat KIE tentang HIV/AIDS yaitu sumber daya manusia, pengetahuan responden, sarana dan prasarana, waktu pelayanan, masalah kultural, kebijakan dan prosedur dari puskesmas, kekhawatiran berkurangnya kunjungan pasien dan latar belakang pendidikan pasien.

Kata Kunci: PMTCT, Puskesmas, KIE, ANC, HIV/AIDS.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
1Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta.
 2RSUD Imanuddin Pangkalanbun

Jumat, 18 Desember 2009

MENGENANG 40 TAHUN SOE HOK GIE (17 DESEMBER 1942–16 DESEMBER 1969)



Resensi Buku Soe Hok Gie oleh Arief Budiman (Soe Hok Djin)


Ada dua hal yang membuat saya sulit untuk menulis tentang almarhum adik saya, Soe Hok Gie. Pertama, karena terlalu banyak yang mau saya katakan, sehingga saya pasti akan merasa kecewa kalau saya menulis tentang dia pada pengantar buku ini.Kedua, karena bagaimanapun juga, saya tidak akan dapat menceritakan tentang diriadik saya secara obyektif. Saya terlalu terlibat di dalam hidupnya.Karena itu, untuk pengantar buku ini, saya hanya ingin menceritakan suatu peristiwa yang berhubungan dengan diri almarhum, yang mempengaruhi pula hidup saya dan saya harap, hidup orang-orang lain juga yang membaca buku ini.


Saya ingat, sebelum dia meninggal pada bulan Desember 1969, ada satu hal yang pernah dia bicarakan dengan saya. Dia berkata, "Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan ini. Saya menulis, melakukan kritik kepada banyak orang yang saya anggap tidak benar dan yang sejenisnya lagi. Makin lama, makin banyak musuh saya dan makin sedikit orang yang mengerti saya. Dan kritik-kritik saya tidsak mengubah keadaan. Jadi apa sebenarnya yang saya lakukan? Saya ingin menolong rakyat kecil yang tertindas, tapi kalau keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik-kritik saya? Apa ini bukan semacam onani yang konyol? Kadang-kadang saya merasa sungguh-sungguh kesepian".


Saya tahu, mengapa dia berkata begitu. Dia menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan kadang-kadang dengan menyebut nama. Dia pernah mendapat surat-surat kaleng yang antara lain memaki-maki dia sebagai "Cina yang tidak tahu diri, sebaiknya pulang ke negerimu saja". Ibu saya sering gelisah dan berkata: " Gie, untuk apa semuanya ini. Kamu hanya mencari musuh saja, tidak mendapat uang". Terhadap ibu dia Cuma tersenyum dan berkata "Ah, mama tidak mengerti".


Kemudian, dia juga jatuh cinta dengan seorang gadis. Tapi orangtuanya tidak setuju (mereka selalu dihalangi untuk bertemu). Orangtua gadis itu adalah seorang pedagang yang cukup kaya dan Hok Gie sudah beberapa kali bicara dengan dia. Kepada saya, Hok Gie berkata: "Kadang-kadang, saya merasa sedih. Kalau saya bicara dengan ayahnya si., saya merasa dia sangat menghargai saya. Bahkan dia mengagumi keberanian saya tanpa tulisan-tulisan saya. Tetapi kalau anaknya diminta, dia pasti akan menolak. Terlalu besar risikonya. Orang hanya membutuhkan keberanian saya tanpa mau terlibat dengan diri saya". Karena itu, ketika seorang temannya dari Amerika menulis kepadanya: "Gie seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian, Selalu. Mula-mula, kau membantu menggulingkan suatu kekuasaan yang korup untuk menegakkan kekuasaan lain yang lebih bersih. Tapi sesudah kekuasaan baru ini berkuasa, orang seperti kau akan terasing lagi dan akan terlempar keluar dari sistem kekuasaan. Ini akan terjadi terus-menerus. Bersedialah menerima nasib ini, kalau kau mau bertahan sebagai seorang intelektual yang merdeka: sendirian, kesepian, penderitaan". Surat ini dia tunjukkan kepada saya. Dari wajahnya saya lihat dia seakan mau berkata: Ya, saya siap.


Dalam suasana yang seperti inilah dia meninggalkan Jakarta untuk pergi ke puncak gunung Semeru. Pekerjaan terakhir yang dia kerjakan adalah mengirim bedak dan pupur untuk wakil-wakil mahasiswa yang duduk di parlemen, dengan ucapan supayamereka bisa berdandan dan dengan begitu akan tambah cantik di muka penguasa.Suatu tindakan yang membuat dia tambah terpencil lagi, kali ini dengan beberapa teman-teman mahasiswa yang dulu sama-sama turun ke jalanan pada tahun 1966.


Ketika dia tercekik oleh gas beracun kawah Mahameru, dia memang ada di suatu tempat yang terpencil dan dingin. Hanya seorang yang mendampinginya, salah seorang sahabatnya yang sangat karib. Herman lantang.Suasana ini juga yang ada, ketika saya berdiri menghadapi jenazahnya di tengah malam yang dingin, di rumah lurah sebuah desa di kaki Gunung Semeru. Jenazah tersebut dibungkus oleh plastik dan kedua ujungnya diikat dengan tali,digantungkan pada sebatang kayu yang panjang, Kulitnya tampak kuning pucat,matanya terpejam dan dia tampak tenang. Saya berpikir: "Tentunya sepi dan dingin terbungkus dalam plastik itu". Ketika jenazah dimandikan di rumah sakit Malang, pertanyaan yang muncul di dalam diri saya alah apakah hidupnya sia-sia saja? Jawabannya saya dapatkan sebelum saya tiba kembali di Jakarta.


Saya sedang duduk ketika seorang teman yang memesan peti mati pulang. Dia tanya, apakah saya punya keluarga di Malang? Saya jawab "Tidak. Mengapa?" Dia cerita,tukang peti mati, ketika dia ke sana bertanya, untuk siapa peti mati ini? Teman saya menyebut nama Soe Hok Gie dan si tukang peti mati tampak agak terkejut."Soe Hok Gie yang suka menulis di koran? Dia bertanya. Teman saya mengiyakan. Tiba-tiba, si tukang peti mati menangis. Sekarang giliran teman saya yang terkejut. Dia berusaha bertanya, mengapa si tukang peti mati menangis, tapi yang ditanya terus menangis dan hanya menjawab " Dia orang berani. Sayang dia meninggal".

Jenazah dibawa pulang oleh pesawat terbang AURI, dari Malang mampir Yogya dan kemudian ke Jakarta. Ketika di Yogya, kami turun dari pesawat dan duduk-duduk di lapangan rumput. Pilot yang mengemudikan pesawat tersebut duduk bersama kami. Kami bercakap-cakap. Kemudian bertanya, apakah benar jenazah yang dibawa adalah jenazah Soe Hok Gie. Saya membenarkan. Dia kemudian berkata: "Saya kenalnamanya. Saya senang membaca karangan-karangannya. Sayang sekali dia meninggal.Dia mungkin bisa berbuat lebih banyak, kalau dia hidup terus". Saya memandang ke arah cakrawala yang membatasi lapangan terbang ini dan hayalan sayamencoba menembus ruang hampa yang ada di balik awan sana. Apakah suara yang perlahan dari penerbang AURI ini bergema juga di ruang hampa tersebut?


Saya tahu, di mana Soe Hok Gie menulis karangan-karangannya. Di rumah di Jalan Kebon jeruk, di kamar belakang, ada sebuah meja panjang. Penerangan listrik suram, karena voltase yang selalu turun akalau malam hari. Di sana juga banyak nyamuk. Ketika orang-orang lain sudah tidur, seringkali masih terdengar suara mesin tik dari kamar belakang Soe Hok Gie, di kamar yang suram dan banyak nyamuk itu, sendirian, sedang mengetik membuat karangannya. Pernahkan dia membayangkan bahwa karangan tersebut akan dibaca oleh seorang penerbang AURI atau oleh seorang tukang peti mati di Malang? Tiba-tiba, saya melihat sebuah gambaran yang menimbulkan pelbagai macam perasaan di dalam diri saya. Ketidakadilan bisa merajalela, tapi bagi seorang yang secara jujur dan berani berusaha melawan semua ini, dia akan mendapat dukungan tanpa suara dari banyak orang. Mereka memang tidak berani membuka mulutnya, karena kekuasaan membungkamkannya. Tapi kekuasaan tidak bisa menghilangkan dukungan dukungan itu sendiri, karena betapa kuat pun kekuasaan, seseorang tetap masih memiliki kemerdekaan untuk berkata "Ya" atau "Tidak", meskipun cuma di dalam hatinya. Saya terbangun dari lamunan saya ketika saya dipanggil naik pesawat terbang. Kami segera akan berangkat lagi. Saya berdiri kembali di samping peti matinya. Di dalam hati saya berbisik "Gie, kamu tidak sendirian". Saya tak tahu apakahHok Gie mendengar atau tidak apa yang saya katakan itu.Suara pesawat terbang mengaum terlalu keras.


(Seperti Dimuat dalam Buku Catatan Seorang Demonstran Edisi 1993)

Sabtu, 12 Desember 2009

MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA DENGAN PROGRAM ENDNOTE

Memulai Aplikasi dan Membuat Reference :

  1. Install program EndNote ( click here to download trial version)
  2. Mulai dengan klik --> Create A New Library
  3. Pada New Reference Library di File Name --> diketik nama sesuai keinginan --> SAVE
  4. Klik kanan pada kolom kosong --> muncul pilihan-pilihan --> pilih New Reference
  5. Pilih Reference Type --> Misalnya Book, Book Section, Journal, Thesis, etc
  6. Style --> dipilih sesuai ketentuan institusi. Di Program Magister IKM FK. UGM dipakai APA 5th atau Harvard (utk thesis) atau Vancouver utk naskah publikasi
  7. Isi sesuai kolom.
  8. Pada FILE ATTACHMENT

    Klik Kanan --> pilih File Attachment --> Klik Attach File

  • Akan muncul Select A File To Link To The Reference
  • Isi File Name --> Open
  • Jika ingin merubah attachment --> Sorot File yang ada, klik kanan --> Clear
  1. Jika sudah diisi --> Close --> Kita sudah memiliki Reference
  2. Jika akan menambah reference --> Klik kanan, pilih New Reference --> Lakukan langkah seperti awal .

Aplikasi Program pada Pekerjaan Kita :

Dokumen Baru :

  1. Blok Autor yang dipilih
  2. Buka word, ketik kalimat mengacu pada jurnal / riset yang sesuai
  3. Klik EndNote X2
  4. Klik Insert Citation
  5. Klik Insert Selected Cition

Jika sudah memiliki dokumen , maka dari kalimat yang dikutip atau diacu :

  1. Buka dokumen
  2. Ketik kalimat mengacu pada jurnal / riset yang sesuai
  3. Klik EndNote X2
  4. Klik Insert Citation
  5. Klik Insert Find Cition
  6. Ketik pada blank colom --> potongan nama author, keyword, atau potongan judul
  7. Klik Search --> akan muncul reference yang dimaksud
  8. Klik Insert

Rabu, 09 September 2009

PERISTIWA-PERISTIWA PENTING PADA PERTUMBUHAN FISIK INTRAUTERINE (Part 2)

Trimester Kedua


 

Minggu ke-12 sampai minggu ke-28

Karakteristik utama perkembangan intrauterin pada trimester kedua adalah penyempurnaan struktur organ umum dan mulai berfungsinya berbagai sistem organ.

  1. Sistem sirkulasi

    Janin mulai menunjukkan adanya aktifitas denyut jantung dan aliran darah. Dengan alat fetal ekokardiografi, denyut jantung dapat ditemukan sejak minggu ke-12. Dengan stetoskop Laennec denyut jantung baru dapat terdengar setelah kehamilan 20 minggu.
    Ada beberapa struktur anatomik yang terdapat pada masa janin kemudian tertutup / mengalami regresi sesudah lahir sampai dewasa, yaitu : foramen ovale, duktus arteriosus Botalli, arteria dan vena umbilikalis, dan duktus venosus Arantii.

    Sel darah janin terutama mengandung hemoglobin jenis fetal (HbF), yang memiliki daya ikat oksigen jauh lebih tinggi dibandingkan daripada hemoglobin manusia dewasa (HbA) pada suhu dan pH yang sama. Hemoglobin A sendiri baru diproduksi pada akhir masa fetal, dan pada saat lahir, jumlahnya mencapai hanya sekitar 30% dari seluruh hemoglobin yang terkandung dalam neonatus. Pada kehidupan ekstrauterin, berangsur-angsur produksi HbF berkurang sampai akhirnya normal tidak terdapat lagi dalam tubuh individu.

  2. Sistem respirasi

    Janin mulai menunjukkan gerak pernapasan sejak usia sekitar 18 minggu. Perkembangan struktur alveoli paru sendiri baru sempurna pada usia 24-26 minggu. Surfaktan mulai diproduksi sejak minggu ke-20, tetapi jumlah dan konsistensinya sangat minimal dan baru adekuat untuk survival ekstrauterin pada akhir trimester ketiga.

    Aliran keluar-masuk yang terjadi pada pernapasan janin intrauterin bukanlah aliran udara, tetapi aliran cairan amnion. Seluruh struktur saluran napas janin sampai alveolus terendam dalam cairan amnion tersebut

    (Moechtar, Rustam, 1998)

  3. Sistem gastrointestinal

    Janin mulai menunjukkan aktifitas gerakan menelan sejak usia gestasi 14 minggu. Gerakan menghisap aktif tampak pada 26-28 minggu. Cairan empedu mulai diproduksi sejak akhir trimester pertama, diikuti dengan seluruh enzim-enzim pencernaan lainnya.

    Mekonium, isi yang terutama pada saluran pencernaan janin, tampak mulai usia 16 minggu. Mekonium berasal dari : 1) sel-sel mukosa dinding saluran cerna yang mengalami deskuamasi dan rontok, 2) cairan / enzim yang disekresi sepanjang saluran cerna, mulai dari saliva sampai enzim-enzim pencernaan, dan 3) cairan amnion yang "diminum" oleh janin, yang kadang-kadang mengandung juga lanugo (rambut-rambut halus dari kulit janin yang rontok) dan sel-sel dari kulit janin / membran amnion yang rontok. Oksigenasi janin terutama tetap berasal dari sirkulasi maternal-fetal, melalui plasenta dan tali pusat.

  4. Sistem saraf dan neuromuskular


    Ini merupakan sistem yang paling awal mulai menunjukkan aktifitasnya, yaitu sejak usia 8-12 minggu (akhir trimester pertama), berupa kontraksi otot yang timbul jika terjadi stimulasi lokal. Sejak usia 9 minggu, janin mampu mengadakan fleksi alat-alat gerak, dengan refleks-refleks dasar yang sangat sederhana (fleksi satu sisi diikuti juga fleksi sisi lainnya). Terjadi juga berbagai gerakan spontan (spontaneous movement). Namun ukuran janin pada akhir trimester pertama ini masih kecil, sehingga gerakan-gerakan janin belum dapat dirasakan oleh ibunya.

    Sejak usia 13-14 minggu (awal trimester kedua), gerakan-gerakan janin baru mulai dapat dirasakan ibunya. Terdapat hubungan antara keadaan emosional ibu dengan tingkat aktifitas janin (misalnya, pada keadaan ibu marah atau gembira, gerak janin lebih sering dan kuat, sebaliknya waktu ibu sedih atau depresi atau ketakutan, gerak janin lebih sedikit dan lemah). Hal ini disebabkan oleh pengaruh variasi kadar hormon adrenalin ibu yang juga ditransfer ke janin melalui sirkulasi plasenta.

  5. Sistem saraf sensorik khusus / indera

    Mata yang terdiri dari lengkung bakal lensa (lens placode) dan bakal bola mata / mangkuk optik (optic cup) pada awalnya menghadap ke lateral, kemudian berubah letaknya ke permukaan ventral wajah. Saraf penglihatan / nervus optikus merupakan derivat ektoderm, memasuki bola mata dari bagian posterior.

    Telinga yang berasal dari vesikel otik (otic vesicles) bergeser ke sisi lateral kepala, menempati tempatnya yang tetap. Telinga luar memperoleh inervasi sensorik dari nervus facialis, telinga dalam (organ pendengaran dan keseimbangan) memperoleh inervasi dari derivat ektoderm nervus vestibulokoklearis.Hidung yang berasal dari bakal olfaktorik (olfactory placode) merupakan penebalan ektoderm permukaan di daerah wajah, memperoleh inervasi sensorik dari nervus olfaktorius. Lidah berasal dari lengkung faring dari endoderm, kemudian memperoleh inervasi sensorik dari cabang nervus trigeminus dan nervus facialis, serta inervasi motorik dari nervus hipoglosus dan nervus laryngeus superior.

  6. Sistem urinarius

    Glomerulus ginjal mulai terbentuk sejak umur 8 minggu. Pada kehamilan 20 minggu jumlah glomerulus diperkirakan mencapai 300-400 ribu.

    Ginjal mulai berfungsi sejak awal trimester kedua, dan di dalam vesica urinaria dapat ditemukan urine janin, yang keluar melalui uretra dan bercampur dengan cairan amnion. Produksi urine kira-kira 0.05-0.10 cc/menit.

    Ginjal belum sepenuhnya berfungsi, baik fungsi filtrasi maupun ekskresi, karena vaskularisasi juga relatif masih sedikit.

  7. Sistem endokrin

    Kortikotropin dan tirotropin mulai diproduksi di hipofisis janin sejak usia 10 minggu, mulai berfungsi untuk merangsang perkembangan kelenjar suprarenal dan kelenjar tiroid.

    Setelah kelenjar-kelenjar tersebut berkembang, produksi dan sekresi hormon-hormonnya juga mulai berlangsung.

    Hormon-hormon maternal maupun hormon-hormon plasenta juga didistribusikan dalam jumlah besar ke dalam sirkulasi janin, dan aktifitasnya juga mempengaruhi pertumbuhan janin, lebih daripada hormon yang diproduksi janin itu sendiri (contoh kasus : pada janin anensefalus, pertumbuhan badan tetap berlangsung dengan baik, padahal jaringan hipofisis bayi tersebut sangat kecil dan pembentukannya sendiri terganggu).

    Kelenjar-kelenjar reproduksi pria (testis) juga menghasilkan testosteron dan androstenedion, namun pada wanita (ovarium) tidak ditemukan sekresi estrogen dan progesteron, kemungkinan karena belum terjadi pematangan teka dan granulosa folikel lebih lanjut.

PERISTIWA-PERISTIWA PENTING PADA PERTUMBUHAN FISIK INTRAUTERINE (Part 1)

Peristiwa dalam Trimester Pertama

Minggu pertama
Disebut sebagai masa germinal. Karakteristik utama masa germinal ini adalah pembelahan sel. Sejak pembuahan / fertilisasi ovum oleh sperma, zigot yang terbentuk membelah diri sampai fase morula - blastula. Menjelang akhir minggu pertama terjadi implantasi di endometrium kavum uteri.


Minggu kedua

Terjadi diferensiasi massa selular embrio menjadi dua lapis (stadium bilaminer). Kedua lapisan itu ialah lempeng epiblas (akan menjadi ektoderm) dan hipoblas (akan menjadi endoderm).Akhir stadium bilaminer ditandai munculnya alur primitif / alur sederhana (primitive streak).



Minggu ketiga

Terjadi pembentukan tiga lapis / lempeng yaitu ektoderm dan endoderm dengan penyusupanprimitive streak. Embrio disebut berada dalam stadium tiga lapis (stadium trilaminer). Dari perkembangan primitive streak terbentuk lempeng saraf (neural plate) dan menjadi lipatan saraf (neural fold) di bagian kranial. Struktur ini kemudian berkembang menjadi alur saraf (neural groove) dan nantinya akan menjadi tabung saraf (neural tube).


Minggu keempat
  1. Pada akhir minggu ke-3 / awal minggu ke-4, mulai terbentuk ruas-ruas badan (somit) sebagai karakteristik pertumbuhan periode ini.





Sampai minggu ke-8 -12 (akhir trimes
ter pertama)

Pertumbuhan dan diferensiasi somit terjadi begitu cepat, sampai dengan akhir minggu ke-8 terbentuk 30-35 somit, disertai dengan perkembangan berbagai karakteristik fisik lainnya (tabel). Beberapa sistem organ melanjutkan pembentukan awalnya sampai dengan akhir minggu ke-12 (trimester pertama).

Selasa, 25 Agustus 2009

Marhaban Yaa ... Ramadhan


Bulan puasa telah tiba.
larangan raja mulai berlaku:
jauhkan tanganmu daripada makanan,
hidangan jiwa telah disediakan.

Ruh telah bebas dari pengasingan dirinya dan menundukkan tabiat jelek;
hati yang sesat telah dikalahkan dan prajurit iman telah sampai.
Bala tentara penidur telah menyerah dan segera ditawan,
dari bara penyulut api jiwa tiba seraya meratap;

Lembu itu begitu molek,
Musa bin Imran muncul;
melaluinya yang mati hidup sediakala apabila badannya telah melaksanakan upacara qurban;
Puasa ialah upacara qurban kita,
yang menghidupi jiwa;
mari kita qurbankan badan kita, karena jiwa tiba sebagai tamu;

Iman yang teguh ialah awan lembut,
kearifan ialah hujan yang tercurah darinya,
karena pada bulan iman inilah al-Qur`an diwahyukan.

Apabila nafsu badani dikawal,
ruh akan mikraj ke langit;
apabila pintu penjara dirubuhkan maka jiwa akan mencapai pelukan Kekasih.

Hati telah menukar tabir gelapnya dan menggerakkan sayapnya ke angkasa;
Hati, yang menyerupai malaikat, sekali lagi tiba di tengah mereka.
Tangkaplah tali pengikat tubuhnya,
di atas perigi berteriaklah,
“Yusuf dari Kana`an telah tiba!”

Pada waktu `Isa Almasih terjatuh dari keledainya maka doanya diterima Allah;
Cucilah tanganmu, karena Hidangan Langit telah tiba;
Cucilah tangan dan mulutmu,
jangan makan atau bercakap-cakap;
carilah kata dan suapan nasi yang diturunkan untuk dia Si Diam!

Semua ibadah yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas oleh seorang pemeluk agama yang teguhmerupakan manifestasi daripada cinta.
Demikian halnya dengan ibadah puasa.
Sebagai ibadah, puasa pada bulan Ramadhan merupakan bentuk pengurbanan jiwa.
Sesungguhnya cinta menuntut pengorbanan.
Pengorbanan yang dimaksud ialah pengorbanan jiwa dan hati,
yang hanya diperuntukkan kepada-Nya.


(Jalaluddin Rumi)
~~~~ *** ~~~~

Selasa, 14 Juli 2009

RESUME MATERI REFRESHING BBL


BAYI BARU LAHIR

Secara umum dikatakan normal apabila memiliki ciri sebagai berikut :

Lahir pada masa gestasi 37 – 42 minggu

Ukuran antropometri : berat badan berkisar antara 2500 gram – 4000 gram, panjang badan 48 – 52 cm, lingkar dada 30 – 38 cm, lingkar kepala 32 – 37 cm

Tanda vital dalam batas normal

Tidak ada kelainan / kecacatan


MATURASI, TOLERANSI, ADAPTASI

ADAPTASI perlu waktu 1 bulan / lebih paska natal untuk beberapa sistem tubuh

Transisi paling cepat dan nyata : pernafasan, sirkulasi, termoregulasi, kemampuan mengambil dan menggunakan glukosa

Adaptasi Respiratory System

Perkembangan paru

Penyebab nafas pertama

Kaitan respiratory system dengan cardiovasculer system dan ssp agar fungsi berjalan normal

Surfaktan dan upaya respirasi

Adaptasi Vaskuler

Ada 2 perubahan besar :

Penutupan foramen ovale di atrium

Penutupan duktus arteriosus antara arteri pulmonal dan aorta

Adaptasi Thermoregulasi

Thermoregulasi adalah kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara pembentukan panas dan kehilangan panas agar dapat mempertahankan suhu tubuh di dalam batas batas normal.

Walaupun neonatus adalah homeoterm kemampuan ini sangat terbatas

Mekanisme kehilangan panas : evaporasi, konduksi, konveksi, radiasi

Metabolisme Glukosa :

Guna : MEMFUNGSIKAN OTAK, MENGUBAH BROWN FAT MENJADI PANAS

Glukosa darah BBL cepat turun, dan dikoreksi dengan :

ASI dini

Glikogenolisis

Glukoneogenesis

GIT SYSTEM

IMMUNOLOGI SYSTEM



NEONATAL REFERAL SYSTEM

Adalah suatu sistem yang memberikan suatu gambaran tata cara pengiriman neonatus resiko tinggi dari tempat yang kurang mampu memberikan penanganan ke Rumah Sakit yang dianggap mempunyai fasilitas yang lebih mampu dalam hal penatalaksanaannya secara menyeluruh (yaitu mempunyai fasilitas yang lebih, dalam hal tenaga medis, laboratorium, perawatan dan pengobatan).


Tujuan :

  1. Memberikan pelayanan kesehatan pada neonatus dengan cepat dan tepat
  2. Menggunakan fasilitas kesehatan neonatus seefesien mungkin
  3. Mengadakan pembagian tugas pelayanan kesehatan neonatus pada unit-unit kesehatan sesuai dengan lokasi dan kemampuan unit-unit tersebut


Berdasarkan faktor resiko dan kemampuan unit kesehatan, pada dasarnya tingkat perawatan dibagi menjadi :

1. Pelayanan dasar termasuk di dalamnya adalah RS kelas D, Puskesmas dengan tempat tidur, Rumah Bersalin.

  1. Pelayan spesialistik didalamnya termasuk RS kelas C, RS Kabupaten, RS Swasta, RS Propinsi.
  2. Pelayanan subspesialistis ialah RS kelas A, RS kelas B pendidikan non pendidikan pemerintah atau swasta.

Sesuai dengan pembagian tingkat perawatan, maka unit perawatan bayi baru lahir dapat dibagi menjadi :

Unit perawatan bayi baru lahir tingkat III

Unit perawatan bayi baru lahir tingkat II

Unit perawatan bayi baru lahir tingkat I


Klasifikasi Neonatus

1. Bayi sehat

2. Bayi risiko tinggi

3. Bayi sakit

Rujukan ==> bayi sakit dan bayi Risti


Kegawatdaruratan pada neonatus :

Masalah klinis neonatus yang dapat menyebabkan kematian segera

Perlu deteksi dini

Tata laksana sesegera mungkin

Merujuk bayi

Pelayanan Neonatal Emergensi Dasar

Resusitasi bayi asfiksia

Pemberian antibotik parenteral

Pemberian anti konvulsan parenteral

Pemberian Phenobarbital

Kontrol suhu

Penanggulangan gizi


Tindakan Pra-Rujukan :

1. Stabilize

Jalan napas bersih dan terbuka

Kulit dan bibir kemerahan

Frekuensi jantung 120-160 kali/menit

Suhu aksiler 36,5-37,50C

Masalah spesifik penderita sudah dilakukan manajemen awal, misalnya :

Kejang

Jangan diberi minum atau apapun lewat mulut, karena bisa terjadi aspirasi.

Beri obat anti kejang Fenobarbital (dosis 20 mg / kg, IM)

Spasme (TN)

Jangan diberi minum atau apapun lewat mulut, karena bisa terjadi aspirasi.

Beri obat anti kejang Diazepam, dosis pertama antibiotik intramuskular Penisilin Prokain (Lihat Pedoman Eliminasi Tetanus Neonatorum)

2. Keep warm

3. Didampingi NaKes trampil resusitasi, minimal sampai dengan ventilasi

4. Melengkapi data

Surat persetujuan tindakan

Surat rujukan

Catatan medis


DOKUMENTASI ASUHAN

Manajemen kebidanan :Metode proses berpikir secara logis dan sistematis, Alur pikir seorang bidan dalam menangani kasus yg menjadi tanggung jawabnya

Dokumentasi kebidanan : Sistem pencatatan yang digunakan agar asuhan yang dilakukan dapat dicatat dengan benar, sederhana, jelas dan logis


S = Subjektive

Menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa

O = Objektive

Menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien, Hasil lab dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fouks untuk mendukung assesmen

A = Assesmen

Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan intrepretasi data subjektive dan objektive dalam suatu identifikasi :

1. Diagnosa / masalah

2. Antisipasi diagnosa lain / masalah potensial

P = Plan

Menggambarkan pendokumentasian dari perencanaan, evaluasi, dan follow up berdasarkan assesment


(To all my students : Selamat Belajar ya.... )