Selasa, 14 Juli 2009

RESUME MATERI REFRESHING BBL


BAYI BARU LAHIR

Secara umum dikatakan normal apabila memiliki ciri sebagai berikut :

Lahir pada masa gestasi 37 – 42 minggu

Ukuran antropometri : berat badan berkisar antara 2500 gram – 4000 gram, panjang badan 48 – 52 cm, lingkar dada 30 – 38 cm, lingkar kepala 32 – 37 cm

Tanda vital dalam batas normal

Tidak ada kelainan / kecacatan


MATURASI, TOLERANSI, ADAPTASI

ADAPTASI perlu waktu 1 bulan / lebih paska natal untuk beberapa sistem tubuh

Transisi paling cepat dan nyata : pernafasan, sirkulasi, termoregulasi, kemampuan mengambil dan menggunakan glukosa

Adaptasi Respiratory System

Perkembangan paru

Penyebab nafas pertama

Kaitan respiratory system dengan cardiovasculer system dan ssp agar fungsi berjalan normal

Surfaktan dan upaya respirasi

Adaptasi Vaskuler

Ada 2 perubahan besar :

Penutupan foramen ovale di atrium

Penutupan duktus arteriosus antara arteri pulmonal dan aorta

Adaptasi Thermoregulasi

Thermoregulasi adalah kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara pembentukan panas dan kehilangan panas agar dapat mempertahankan suhu tubuh di dalam batas batas normal.

Walaupun neonatus adalah homeoterm kemampuan ini sangat terbatas

Mekanisme kehilangan panas : evaporasi, konduksi, konveksi, radiasi

Metabolisme Glukosa :

Guna : MEMFUNGSIKAN OTAK, MENGUBAH BROWN FAT MENJADI PANAS

Glukosa darah BBL cepat turun, dan dikoreksi dengan :

ASI dini

Glikogenolisis

Glukoneogenesis

GIT SYSTEM

IMMUNOLOGI SYSTEM



NEONATAL REFERAL SYSTEM

Adalah suatu sistem yang memberikan suatu gambaran tata cara pengiriman neonatus resiko tinggi dari tempat yang kurang mampu memberikan penanganan ke Rumah Sakit yang dianggap mempunyai fasilitas yang lebih mampu dalam hal penatalaksanaannya secara menyeluruh (yaitu mempunyai fasilitas yang lebih, dalam hal tenaga medis, laboratorium, perawatan dan pengobatan).


Tujuan :

  1. Memberikan pelayanan kesehatan pada neonatus dengan cepat dan tepat
  2. Menggunakan fasilitas kesehatan neonatus seefesien mungkin
  3. Mengadakan pembagian tugas pelayanan kesehatan neonatus pada unit-unit kesehatan sesuai dengan lokasi dan kemampuan unit-unit tersebut


Berdasarkan faktor resiko dan kemampuan unit kesehatan, pada dasarnya tingkat perawatan dibagi menjadi :

1. Pelayanan dasar termasuk di dalamnya adalah RS kelas D, Puskesmas dengan tempat tidur, Rumah Bersalin.

  1. Pelayan spesialistik didalamnya termasuk RS kelas C, RS Kabupaten, RS Swasta, RS Propinsi.
  2. Pelayanan subspesialistis ialah RS kelas A, RS kelas B pendidikan non pendidikan pemerintah atau swasta.

Sesuai dengan pembagian tingkat perawatan, maka unit perawatan bayi baru lahir dapat dibagi menjadi :

Unit perawatan bayi baru lahir tingkat III

Unit perawatan bayi baru lahir tingkat II

Unit perawatan bayi baru lahir tingkat I


Klasifikasi Neonatus

1. Bayi sehat

2. Bayi risiko tinggi

3. Bayi sakit

Rujukan ==> bayi sakit dan bayi Risti


Kegawatdaruratan pada neonatus :

Masalah klinis neonatus yang dapat menyebabkan kematian segera

Perlu deteksi dini

Tata laksana sesegera mungkin

Merujuk bayi

Pelayanan Neonatal Emergensi Dasar

Resusitasi bayi asfiksia

Pemberian antibotik parenteral

Pemberian anti konvulsan parenteral

Pemberian Phenobarbital

Kontrol suhu

Penanggulangan gizi


Tindakan Pra-Rujukan :

1. Stabilize

Jalan napas bersih dan terbuka

Kulit dan bibir kemerahan

Frekuensi jantung 120-160 kali/menit

Suhu aksiler 36,5-37,50C

Masalah spesifik penderita sudah dilakukan manajemen awal, misalnya :

Kejang

Jangan diberi minum atau apapun lewat mulut, karena bisa terjadi aspirasi.

Beri obat anti kejang Fenobarbital (dosis 20 mg / kg, IM)

Spasme (TN)

Jangan diberi minum atau apapun lewat mulut, karena bisa terjadi aspirasi.

Beri obat anti kejang Diazepam, dosis pertama antibiotik intramuskular Penisilin Prokain (Lihat Pedoman Eliminasi Tetanus Neonatorum)

2. Keep warm

3. Didampingi NaKes trampil resusitasi, minimal sampai dengan ventilasi

4. Melengkapi data

Surat persetujuan tindakan

Surat rujukan

Catatan medis


DOKUMENTASI ASUHAN

Manajemen kebidanan :Metode proses berpikir secara logis dan sistematis, Alur pikir seorang bidan dalam menangani kasus yg menjadi tanggung jawabnya

Dokumentasi kebidanan : Sistem pencatatan yang digunakan agar asuhan yang dilakukan dapat dicatat dengan benar, sederhana, jelas dan logis


S = Subjektive

Menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa

O = Objektive

Menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien, Hasil lab dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fouks untuk mendukung assesmen

A = Assesmen

Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan intrepretasi data subjektive dan objektive dalam suatu identifikasi :

1. Diagnosa / masalah

2. Antisipasi diagnosa lain / masalah potensial

P = Plan

Menggambarkan pendokumentasian dari perencanaan, evaluasi, dan follow up berdasarkan assesment


(To all my students : Selamat Belajar ya.... )