Selasa, 25 Agustus 2009

Marhaban Yaa ... Ramadhan


Bulan puasa telah tiba.
larangan raja mulai berlaku:
jauhkan tanganmu daripada makanan,
hidangan jiwa telah disediakan.

Ruh telah bebas dari pengasingan dirinya dan menundukkan tabiat jelek;
hati yang sesat telah dikalahkan dan prajurit iman telah sampai.
Bala tentara penidur telah menyerah dan segera ditawan,
dari bara penyulut api jiwa tiba seraya meratap;

Lembu itu begitu molek,
Musa bin Imran muncul;
melaluinya yang mati hidup sediakala apabila badannya telah melaksanakan upacara qurban;
Puasa ialah upacara qurban kita,
yang menghidupi jiwa;
mari kita qurbankan badan kita, karena jiwa tiba sebagai tamu;

Iman yang teguh ialah awan lembut,
kearifan ialah hujan yang tercurah darinya,
karena pada bulan iman inilah al-Qur`an diwahyukan.

Apabila nafsu badani dikawal,
ruh akan mikraj ke langit;
apabila pintu penjara dirubuhkan maka jiwa akan mencapai pelukan Kekasih.

Hati telah menukar tabir gelapnya dan menggerakkan sayapnya ke angkasa;
Hati, yang menyerupai malaikat, sekali lagi tiba di tengah mereka.
Tangkaplah tali pengikat tubuhnya,
di atas perigi berteriaklah,
“Yusuf dari Kana`an telah tiba!”

Pada waktu `Isa Almasih terjatuh dari keledainya maka doanya diterima Allah;
Cucilah tanganmu, karena Hidangan Langit telah tiba;
Cucilah tangan dan mulutmu,
jangan makan atau bercakap-cakap;
carilah kata dan suapan nasi yang diturunkan untuk dia Si Diam!

Semua ibadah yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas oleh seorang pemeluk agama yang teguhmerupakan manifestasi daripada cinta.
Demikian halnya dengan ibadah puasa.
Sebagai ibadah, puasa pada bulan Ramadhan merupakan bentuk pengurbanan jiwa.
Sesungguhnya cinta menuntut pengorbanan.
Pengorbanan yang dimaksud ialah pengorbanan jiwa dan hati,
yang hanya diperuntukkan kepada-Nya.


(Jalaluddin Rumi)
~~~~ *** ~~~~