Rabu, 05 Mei 2010

MATERI MK. 306 - REFRESHING UAP TA 2009/2010 UTK KLS BENGKAYANG & PROGSUS SLEMAN

KONSEP DAN LINGKUP ASUHAN

Segera setelah lahir, BBL mengalami perubahan pada sistem tubuhnya. Sistem yang paling cepat beradaptrasi adalah SISTEM PERNAFASAN, PEREDARAN DARAH, PENGATURAN SUHU, dan METABOLISME GLUKOSA,GIT, IMUNOLOGIS.

TAHAP KEHIDUPAN BBL

-FASE TRANSISIONAL --> Reaktifitas I, Sleep Phase, dan Reaktifitas II

-STABILITAS / PASKA TRANSISI

Asuhan BBL :

  • BUKAN RUTINITAS
  • SESUAI DENGAN TAHAP KEHIDUPAN BBL

PENILAIAN AWAL

- Segera setelah lahir

- Penilaian segera keadaan bayi : 4 pertanyaan, normalitas-abnormalitas yang segera terlihat, Fokus asuhan : Perawatan sesuai keadaan bayi

PHASE TRANSISIONAL

  • Merupakan masa penyesuaian kehidupan intrauterine ke ekstra uterine pada semua sistem tubuh
  • Terdiri atas 3 tahap : Reaktifitas I, Sleep phase, Reaktifitas II
  • Penyesuaian tiap bayi berbeda
  • REAKTIFITAS I
    • BERLANGSUNG 30 – 60 MENIT
    • Karakteristik : bayi aktif, refleks fisiologis kuat (terutama refleks isap mencapai puncak usia 20-30 menit, shg bila terlambat menyusukan refleks berkurang sampai beberapa jam kemudian), tanda vital irreguler
    • Asuhan : sesuaikan dengan hasil penilaian awal
  • SLEEP PHASE
    • BERLANGSUNG 2 - 4 JAM
    • Umumnya bayi tertidur, aktifitas menurun,TV irreguler menurun, warna kulit kadang ada cyanosis perifer
    • Asuhan : keamanan dan kenyamanan bayi, pemantauan intensif, lingkungan, pemenuhan nutrisi
  • REAKTIFITAS II
    • BERLANGSUNG 2 - 4 JAM
    • Bayi aktif kembali,warna kulit merahmuda, menangis kuat, umumnya lapar, BAB pada tahap ini
    • Asuhan : pemenuhan nutrisi, pemantauan intensif, personal hygiene

PHASE STABILITAS

  • Telah terjadi adaptasi dengan kehidupan ekstra uterine
  • Karakteristik : tanda vital reguler, proses menyusui sudah adekwat
  • Asuhan : penilaian komprehensif keadaan bayi (kecuali pada keadaan yang memerlukan asuhan segera maka pada tahap sebelumnya sudah dilakukan)


PERAWATAN RUTIN : OBSERVASI STANDAR

  • BOUNDING ATTACHMENT : (lihat HO. Skor bonding)
  • IMD
  • PROFILAKSIS ZALF MATA DAN VIT K
  • MANAJEMEN PENCEGAHAN : HYPOTERMIA, HYPOGLIKEMIA

PERAWATAN SUPORTIF : EVALUASI YANG SERING

PERAWATAN LANJUT : OBSERVASI TERUS MENERUS DAN DIMONITOR DI RUANG PERAWATAN

Mekanisme Pembentukan Panas :

  • Shivering
  • Non shivering thermogenesis (metabolisme lemak coklat) : Pada neonatus pembentukan panas terutama melalui non shivering thermogenesis

Mekanisme Kehilangan Panas --> Evaporasi, Konduksi, Konveksi, Radiasi.

Perawatan Sehari –hari :

  • PEMANTAUAN TANDA VITAL
  • HYGIENE PERSONAL : PERAWATAN TALIPUSAT
  • NUTRISI (lihat HO. Nutrisi bayi)

Keadaan Khusus :

  • ASPHYXIA
  • HYPOTHERMI
  • HYPOGLIKEMIA
  • IKTERUS à PATHOLOGIS & FISIOLOGIS
  • KELAINAN BAWAAN

Sistem Rujukan Neonatus

Adalah suatu sistem yang memberikan suatu gambaran tata cara pengiriman neonatus resiko tinggi dari tempat yang kurang mampu memberikan penanganan ke Rumah Sakit yang dianggap mempunyai fasilitas yang lebih mampu dalam hal penatalaksanaannya secara menyeluruh (yaitu mempunyai fasilitas yang lebih, dalam hal tenaga medis, laboratorium, perawatan dan pengobatan).

Dalam rujukan terjadi antara lain :

  1. Penyerahan tanggung jawab timbal balik perawatan penderita dari suatu unit kesehatan secara vertikal dan horizontal pada unit kesehatan yang lebih mampu,
  2. Penyaluran pengetahuan dan keterampilan dari unit kesehatan yang lebih mampu pada unit kesehatan yang lebih kecil.
  3. Pengiriman bahan untuk pemeriksaan laboratorium dari unit kesehatan yang kecil pada unit kesehatan yang lebih mampu dan pengiriman hasil kembali pada unit kesehatan yang mengirimnya


Berdasarkan faktor resiko dan kemampuan unit kesehatan, pada dasarnya tingkat perawatan dibagi menjadi :

1. Pelayanan dasar termasuk di dalamnya adalah RS kelas D, Puskesmas dengan tempat tidur, Rumah Bersalin.

2. Pelayan spesialistik didalamnya termasuk RS kelas C, RS Kabupaten, RS Swasta, RS Propinsi.

3. Pelayanan subspesialistis ialah RS kelas A, RS kelas B pendidikan non pendidikan pemerintah atau swasta.


Sesuai dengan pembagian tingkat perawatan, maka unit perawatan bayi baru lahir dapat dibagi menjadi :

  • Unit perawatan bayi baru lahir tingkat III
  • Unit perawatan bayi baru lahir tingkat II
  • Unit perawatan bayi baru lahir tingkat I


Klasifikasi Neonatus :

1. Bayi sehat

2. Bayi risiko tinggi

3. Bayi sakit

  • Neonatus cukup bulan
  • Berat lahir sesuai masa kehamilan
  • Riwayat kehamilan, persalinan, dan pasca kelahiran normal
  • Tanda vital normal
  • Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang normal

Yang perlu diperhatikan pada bayi risiko tinggi :

  • Identifikasi masalah klinis
  • Upaya mencegah timbulnya masalah
  • Pemantauan ketat
  • Penatalaksanaan dini

Pelayanan Neonatal Emergensi Dasar

  • Resusitasi bayi asfiksia
  • Pemberian antibotik parenteral
  • Pemberian anti konvulsan parenteral
  • Pemberian Phenobarbital
  • Kontrol suhu
  • Penanggulangan gizi

Tindakan Pra Rujukan :

  • Stabilize :
    • Jalan napas bersih dan terbuka
    • Kulit dan bibir kemerahan
    • Frekuensi jantung 120-160 kali/menit
    • Suhu aksiler 36,5-37,50C
    • Masalah spesifik penderita sudah dilakukan manajemen awal
  • Keep warm
  • Didampingi NaKes trampil resusitasi, minimal sampai dengan ventilasi
  • Melengkapi data
    • Surat
      persetujuan tindakan
    • Surat rujukan
    • Catatan medis berisi :
      • Riwayat kehamilan, persalinan dan tindakan yang dilakukan
      • Obat yang dikonsumsi oleh ibu
      • Masa kehamilan dan berat lahir
      • Tanda vital (suhu, BJA, pernapasan, warna kulit, aktif tidaknya bayi)
  1. HIPOTERMIA :
  • Batasan : Suhu tubuh 36,5°C atau lebih, diukur pada ketiak 3-5 menit
  • Tatalaksana /Asuhan Hipotermi
    • Ganti pakaian dingin-basah dengan pakaian hangat-kering
    • Memakai topi dan selimut hangat
    • Bila ada ibu/pengganti ibu anjurkan kontak kulit dengan kulit
    • Periksa ulang suhu bayi 1 jam kemudian
    • Anjurkan menyusui lebih sering/ ASI peras memakai sendok/cangkir
    • Rujuk apabila terdapat salah satu keadaan di bawah ini:
    • Jika setelah menghangatkan selama 1 jam, suhu tidak membaik
    • Bila bayi tidak dapat minum dengan sendok
    • Terdapat gangguan napas atau kejang
    • Bila disertai mengantuk/letargis/ada bagian tubuh yang mengeras
    • Nasehati ibu cara merawat bayi dengan PMK di rumah

    2. INFEKSI

- Infeksi Lokal
Infeksi yang umumnya terjadi pada kulit, tali pusat dan selaput lendir (mata dan mulut)

- Infeksi sistemik / sepsis neonatorum
Sepsis neonatorum adalah Infeksi sistemik yang berat pada masa neonatal

3. Ikterus

  • Ikterus adalah pewarnaan kuning pada kulit, mukosa, selaput mata akibat peninggian kadar bilirubin mulai tampak pada daerah muka
  • Penumpukan bilirubin terutama diakibatkan pemecahan sel darah merah
  • Sekitar 50% Bayi Cukup Bulan mengalami ikterus dalam 1 minggu pertama kehidupannya à persentasi pada BBLR lebih tinggi

4. Kejang

Tanda / gejala:

  • Gerakan tidak normal, kesadaran menurun
  • Menangis melengking tiba-tiba

5. Spasme
à Jika dicurigai sebagai TETANUS NEONATORUM dengan tanda / gejala:

  • Kejang / kaku seluruh tubuh baik dirangsang maupun spontan
  • Mulut mencucu
  • Biasanya kesadaran masih baik tetapi bayi tak bisa menetek

6. Gangguan minum dan masalah ASI

  • ASI merupakan nutrisi terbaik untuk BBLR
  • Merupakan hal yang normal jika dalam menyusui BBLR cepat lelah, isapannya lemah, menghisap sebentar
  • Frekuensi pemberian ASI dianjurkan setiap 2 jam
  • Bila bayi tidak menghisap ASI dengan baik, anjurkan untuk memberikan ASI peras melalui sendok/cangkir
  • Ajari ibu cara menyusui yang baik dan benar
  • Rujuk apabila terdapat keadaan berikut :
    • Malas atau tidak mau minum per sendok, sebelumnya minum baik
    • Bayi batuk dan tersedak sejak pertama kali minum
    • Gangguan napas
    • Kenaikan berat badan tidak sesuai dengan yang diharapkan
    • Perut menjadi kembung dan merah, BAB berdarah

7. Gangguan saluran cerna

  • Perdarahan
    • Peradarahan segar melalui Saluran Cerna
    • Tidak perlu bilas lambung
    • Puasakan, pasang OGT, Vit K1, rujuk
  • Tidak BAB selama 48 jam (dari lahir)
    • 99 % bayi matur & 76% prematur [ BAB 24 jam pertama
    • Penyebab :
      • Anus imperforata /Atresia ani
      • Obstruksi usus : meconium plug, ileus, Hirschprung's, atresia ani, malrotasi
    • Puasakan, pasang OGT, rujuk

8. Diare :

  • Perubahan frekuensi dan konstitusi tinja
  • Dibedakan :
    • dengan dehidrasi
    • tanpa dehidrasi
  • Tanda dehidrasi :
    • mata dan ubun ubun cekung
    • anak rewel, gelisah
    • kencing berkurang

9. Kelainan Kongenital Saluran Cerna

  • Waspada bila dijumpai :
    • Sekresi air ludah yg berlebihan
    • Muntah atau gumoh yg sering
    • Perut kembung, tegang
    • Belum ada mekonium setelah 24 jam
  • Segera dirujuk


PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG ANAK

Pertumbuhan :

  • Besar, jumlah, ukuran, dimensi tingkat sel / organ
  • Ukuran berat : gram, pound, kg
  • Ukuran panjang : cm, meter
  • Umur tulang
  • Keseimbangan metabolik

Perkembangan :

  • Bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur dan dapat diramalkan.
  • Proses diferensiasi sel tubuh, jaringan tubuh, organ, dan sistem organ yang berkembang sehingga memenuhi fungsinya.
  • Termasuk perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dari lingkungan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG

  • Faktor genetik
  • Faktor lingkungan : Lingkungan pranatal, Lingkungan post-natal

CIRI TUMBUH KEMBANG ANAK

  • Proses kontinue dari konsepsi sampai dewasa
  • Dalam priode tertentu terdapat masa percepatan atau perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan antar organ.
  • Pola perkembangan setiap anak sama, tetapi kecepatannya berbeda.
  • Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem syaraf
  • Aktifitas seluruh tubuh diganti dengan respon individu yang khas.
  • Arah perkembangan cephalo-kaudal
  • Refleks primitif menghilang sebelum gerakan volunter tercapai


Selamat Belajar ...