Selasa, 25 Mei 2010

STRATEGI dan TEKNIK MENYUSUI

Pembentukan dan Persiapan ASI :
  • Dilakukan bersamaan dengan perawatan kehamilan.
  • Perubahan payudara seiring dengan kehamilan à payudara makin besar, puting susu makin menonjol, pembuluh darah makin tampak, dan aerola mamae makin menghitam.
  • Payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara yang dirasakan tegang dan sakit.

Persiapan memperlancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :

1. Membersihkan puting susu dengan air bersih atau minyak, sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk.

2. Jika diperlukan, maka puting susu ditarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi.

3. Bila puting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu.

Menyusui Yang Benar

  • Sebelum menyusui, cuci tangan dengan sabun dan dibilas dengan air secukupnya.
  • On demand / on question
  • Umumnya hari ke- 1-2 pemberian ASI selama 5-10 menit pada setiap payudara. Setelah hari ke-3, lama pemberian ASI adalah 15-20 menit. Namun sesuaikan dengan kondisi bayi
  • Susui bayi sampai payudara kosong. Bila ASI masih tersisa, menyusui berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong.
  • Posisi menyusui bisa duduk, berbaring atau berdiri sesuai dengan kenyamanan ibu dan bayi. Dianjurkan menyusui dalam keadaan duduk.

  • Cara menyusui yang benar adalah puting susu masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi, sehingga sebagian aerola tertutup. Cara ini juga akan mencegah puting susu tidak lecet.
  • Keadaan ibu waktu menyusui harus santai dan rileks.

Mulai Menyusui …

  • Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan aerola sekitarnya.Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
  • Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara.
  • Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari lain menopang dibawah, jangan menekan puting susu atau aerolanya saja.
  • Rangsang rootng reflek bayi
  • Setelah bayi membuka mulut,dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta aerola dimasukkan ke mulut bayi
  • Usahakan sebagaian besar aerola dapat masuk kemulut bayi,sehingga puting susu berada dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak dibawah aerola. b. Setelah bayi mulai menghisap, payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi.
  • Dekatkan bayi ke payudara ibu, atur posisi bayi hingga mulut bayi tepat di depan puting susu.
  • Sentuh bibir bayi dengan puting susu, gerakkan puting susu ke atas dan ke bawah untuk merangsang bibir bayi sampai bayi membuka lebar mulutnya.
  • Mulut bayi harus terbuka lebar agar puting dan aerola payudara bisa masuk ke mulut bayi.


Posisi Menyusui dapat dilakukan dengan cara duduk, berdiri, ataupun berbaring dengan bersandar.


POSISI KHUSUS

Posisi menyusui ibu pasca operasi sesar à Bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan posisi kaki diatas.
Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti memegang bola bila disusui bersamaan, di payudara kiri dan kanan.

Pada ASI yang memancar (penuh), bayi ditengkurapkan di atas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan posisi ini bayi tidak tersedak.


Frekwensi dan Lama Menyusui :

  • Bayi disusui on demand, karena bayi menentukan sendiri kebutuhannya. Bayi sehat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung kosong dalam 2 jam.
  • Menyusui yang dijadwalkan à kurang baik, karena isapan bayi sangat berpengaruh pada rangsangan produksi berikutnya.
  • menyusui malam hari memacu produksi ASI.
  • Selama masa menyusui sebaiknya menggunakan BH yang dapat menyangga payudara,tetapi tidak terlalu ketat.


Usai Menyusui :

  • Bila bayi sudah kenyang biasanya bayi tidak mau menyusu lagi. Tekan dagu bayi agar mulut terbuka dan puting susu akan terlepas, atau masukkan jari kelingking ibu ke dalam mulut bayi agar puting susu terlepas. Bayi akan beralih menghisap jari ibu.
  • Sangga kepala bayi agar ketika ibu menghentikan menyusui bayi tidak menggigit puting susu dengan gusinya karena terkejut.
  • Jangan menarik keluar puting susu dari mulut bayi secara mendadak selama bayi masih menghisap à nyeri, luka pada puting susu.


MENYENDAWAKAN BAYI :

Dilakukan pada

  1. Setiap saat setelah selesai menyusui.
  2. Bayi terlihat tidak nyaman atau rewel saat disusui à berhenti 10-20 menit. lalu, cobalah untuk menyendawakannya terlebih dulu.
  3. Setiap kali akan berganti posisi/peralihan dari satu payudara ke payudara lainnya.
  4. Bayi terbangun dalam tidurnya karena kembung.
  5. Bayi minum tergesa-gesa à tunggu menetek memelan, sendawakan dulu baru lanjutkan menyusui

Metode Menaruh di Pundak (over your shoulder) :

  • Bayi digendong di pundak dengan wajah menghadap ke belakang.
  • Pegang bagian pantatnya dengan satu tangan, sedangkan tangan lain memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya. Tidak lebih dari tiga menit, mulut bayi akan mengeluarkan bunyi khas sendawa.

Posisi Setengah Duduk di Pangkuan (sitting on your lap) :

  • Kelemahan : bersendawa agak lama karena posisinya tidak tegakk, & melakukannya pun tidak mudah.
  • Posisi bayi setengah duduk, dada & kepala menjorok ke depan. Sangga leher lalu tepuk-tepuk bagian lambung shg sendawa.
  • Hindari memangku bayi dengan posisi mendatar, à muntah.

Posisi Telungkup (Lying Face Down on Your Lap)

  • Telungkupkan bayi di pangkuan.
  • Tepuk-tepuklah bagian punggungnya.
  • Usahakan posisi dada lebih tinggi dari perutnya. Cara ini bisa dilakukan di boks atau ranjang si kecil. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat bayi lebih relaks.

Metode Tick Tock : (klik disini)

  • Pegang bayi di bawah ketiaknya. Sangga pada bagian kepala dan leher bayi dengan jari . Biarkan kaki bayi menjuntai/mengayun-ayun dengan bebas.
  • Pegang bayi sehingga menghadap sejajar dengan wajah ibu.
  • Miringkan bayi anda dari samping ke samping dengan hati-hati/pelan-pelan.
  • Buat suasana menyenangkan bagi bayi, misalnya dengan bersenandung : tick tock -tick tock…
  • Gerakan metode tick tock ini akan membuat udara dari lambung bayi akan keluar melalui "sendawa"
  • Saat bayi tampak akan bersendawa, pindahkan dari dari hadapan muka anda, terutama jika sendawa bayi disertai dengan air ludah.

Kesalahan saat Menyendawakan Bayi

  • Posisi dagu si bayi tidak lebih tinggi dari bahu ibu sehingga mulut dan hidung bayi bisa tertutup tubuh ibu.
  • Posisi bayi kadang tidak lurus malah bengkok.
  • Saat menepuk punggung terlalu lemah dan tempat yang ditepuk terlalu tinggi atau di bagian bahu/pundak, atau justru terlalu rendah yaitu di bagian bawah (bagian pantat).
  • Ibu yang agak menggoyangkan bayinya kala bersendawa, sehingga membuat sendawa lama keluar.

Note : Biasanya ketika bersendawa bayi akan gumoh. Untuk menghindari baju Ibu dari gumoh, sebelum disendawakan alasi pundak Ibu atau pangkuan Ibu dengan sehelai kain.


Tanda Bayi Kenyang :

  • Bayi tampak puas, tidak menangis dan dapat tidur nyenyak.
  • Selambat-lambatnya sesudah 2 minggu lahir, berat badan waktu lahir tercapai kembali.
  • Buang air kecil paling sedikit 6 kali perhari dan warna air kencing jernih atau kekuningan.
  • Bayi sering buang air besar, warna kuning dan tampak seperti berbiji.
  • Bayi menyusu paling sedikit 8 kali dalam sehari.


MEMERAS ASI :

(1) Dengan Tangan :

  • Mencuci tangan dengan baik dan benar.
  • Duduk/berdiri dgn nyaman, pegang wadah ASI dekat payudara.
  • Letakkan ibu jari di payudara,diatas puting susu dan areola dan jari telunjuk di payudara di bawah puting susu dan areola,di balik ibu jari. Tekan payudara dengan jari-jari lainnya
  • Tekan ibu jari dan telunjuk ke dalam, ke arah dinding dada. Jangan menekan terlalu dalam.
  • Tekan payudaranya di belakang puting dan areola, antara jari telunjuk dan ibu jari .Penekanan dilakukan di atas sinus laktiferus di bawah areola.
  • Tekan dan lepaskan,tekan dan lepaskan.
  • Tekan areola dengan cara yang sama dari arah samping,untuk meyakinkan bahwa ASI ditekankan dari seluruh segmen dalam payudara.
  • Hindari mengoles /menggosok jari-jari pada permukaan kulit. Gerakan jari-jari dapat seperti menggelinding.
  • Hindari "mengaduk / memutar" puting susu, menekan atau menarik puting susu tidak dapat memeras/mengeluarkan ASI. Hal ini sama seperti bila bayi hanya menghisap pada puting susu.

(2) Metode Botol Hangat :

  • Masukkan air panas ke dalam botol
  • Tuangkan air
  • Ibu memegang botol hangat memasangnya ke arah putting susu

(3) Menggunakan Pompa


* disampaikan tgl 25 Mei 2010 di Masjid Mardiyah – Yogyakarta

** referensi dari berbagai sumber