Selasa, 25 Mei 2010

STRATEGI dan TEKNIK MENYUSUI

Pembentukan dan Persiapan ASI :
  • Dilakukan bersamaan dengan perawatan kehamilan.
  • Perubahan payudara seiring dengan kehamilan à payudara makin besar, puting susu makin menonjol, pembuluh darah makin tampak, dan aerola mamae makin menghitam.
  • Payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara yang dirasakan tegang dan sakit.

Persiapan memperlancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :

1. Membersihkan puting susu dengan air bersih atau minyak, sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk.

2. Jika diperlukan, maka puting susu ditarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi.

3. Bila puting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu.

Menyusui Yang Benar

  • Sebelum menyusui, cuci tangan dengan sabun dan dibilas dengan air secukupnya.
  • On demand / on question
  • Umumnya hari ke- 1-2 pemberian ASI selama 5-10 menit pada setiap payudara. Setelah hari ke-3, lama pemberian ASI adalah 15-20 menit. Namun sesuaikan dengan kondisi bayi
  • Susui bayi sampai payudara kosong. Bila ASI masih tersisa, menyusui berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong.
  • Posisi menyusui bisa duduk, berbaring atau berdiri sesuai dengan kenyamanan ibu dan bayi. Dianjurkan menyusui dalam keadaan duduk.

  • Cara menyusui yang benar adalah puting susu masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi, sehingga sebagian aerola tertutup. Cara ini juga akan mencegah puting susu tidak lecet.
  • Keadaan ibu waktu menyusui harus santai dan rileks.

Mulai Menyusui …

  • Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan aerola sekitarnya.Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
  • Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara.
  • Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari lain menopang dibawah, jangan menekan puting susu atau aerolanya saja.
  • Rangsang rootng reflek bayi
  • Setelah bayi membuka mulut,dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta aerola dimasukkan ke mulut bayi
  • Usahakan sebagaian besar aerola dapat masuk kemulut bayi,sehingga puting susu berada dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak dibawah aerola. b. Setelah bayi mulai menghisap, payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi.
  • Dekatkan bayi ke payudara ibu, atur posisi bayi hingga mulut bayi tepat di depan puting susu.
  • Sentuh bibir bayi dengan puting susu, gerakkan puting susu ke atas dan ke bawah untuk merangsang bibir bayi sampai bayi membuka lebar mulutnya.
  • Mulut bayi harus terbuka lebar agar puting dan aerola payudara bisa masuk ke mulut bayi.


Posisi Menyusui dapat dilakukan dengan cara duduk, berdiri, ataupun berbaring dengan bersandar.


POSISI KHUSUS

Posisi menyusui ibu pasca operasi sesar à Bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan posisi kaki diatas.
Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti memegang bola bila disusui bersamaan, di payudara kiri dan kanan.

Pada ASI yang memancar (penuh), bayi ditengkurapkan di atas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan posisi ini bayi tidak tersedak.


Frekwensi dan Lama Menyusui :

  • Bayi disusui on demand, karena bayi menentukan sendiri kebutuhannya. Bayi sehat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung kosong dalam 2 jam.
  • Menyusui yang dijadwalkan à kurang baik, karena isapan bayi sangat berpengaruh pada rangsangan produksi berikutnya.
  • menyusui malam hari memacu produksi ASI.
  • Selama masa menyusui sebaiknya menggunakan BH yang dapat menyangga payudara,tetapi tidak terlalu ketat.


Usai Menyusui :

  • Bila bayi sudah kenyang biasanya bayi tidak mau menyusu lagi. Tekan dagu bayi agar mulut terbuka dan puting susu akan terlepas, atau masukkan jari kelingking ibu ke dalam mulut bayi agar puting susu terlepas. Bayi akan beralih menghisap jari ibu.
  • Sangga kepala bayi agar ketika ibu menghentikan menyusui bayi tidak menggigit puting susu dengan gusinya karena terkejut.
  • Jangan menarik keluar puting susu dari mulut bayi secara mendadak selama bayi masih menghisap à nyeri, luka pada puting susu.


MENYENDAWAKAN BAYI :

Dilakukan pada

  1. Setiap saat setelah selesai menyusui.
  2. Bayi terlihat tidak nyaman atau rewel saat disusui à berhenti 10-20 menit. lalu, cobalah untuk menyendawakannya terlebih dulu.
  3. Setiap kali akan berganti posisi/peralihan dari satu payudara ke payudara lainnya.
  4. Bayi terbangun dalam tidurnya karena kembung.
  5. Bayi minum tergesa-gesa à tunggu menetek memelan, sendawakan dulu baru lanjutkan menyusui

Metode Menaruh di Pundak (over your shoulder) :

  • Bayi digendong di pundak dengan wajah menghadap ke belakang.
  • Pegang bagian pantatnya dengan satu tangan, sedangkan tangan lain memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya. Tidak lebih dari tiga menit, mulut bayi akan mengeluarkan bunyi khas sendawa.

Posisi Setengah Duduk di Pangkuan (sitting on your lap) :

  • Kelemahan : bersendawa agak lama karena posisinya tidak tegakk, & melakukannya pun tidak mudah.
  • Posisi bayi setengah duduk, dada & kepala menjorok ke depan. Sangga leher lalu tepuk-tepuk bagian lambung shg sendawa.
  • Hindari memangku bayi dengan posisi mendatar, à muntah.

Posisi Telungkup (Lying Face Down on Your Lap)

  • Telungkupkan bayi di pangkuan.
  • Tepuk-tepuklah bagian punggungnya.
  • Usahakan posisi dada lebih tinggi dari perutnya. Cara ini bisa dilakukan di boks atau ranjang si kecil. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat bayi lebih relaks.

Metode Tick Tock : (klik disini)

  • Pegang bayi di bawah ketiaknya. Sangga pada bagian kepala dan leher bayi dengan jari . Biarkan kaki bayi menjuntai/mengayun-ayun dengan bebas.
  • Pegang bayi sehingga menghadap sejajar dengan wajah ibu.
  • Miringkan bayi anda dari samping ke samping dengan hati-hati/pelan-pelan.
  • Buat suasana menyenangkan bagi bayi, misalnya dengan bersenandung : tick tock -tick tock…
  • Gerakan metode tick tock ini akan membuat udara dari lambung bayi akan keluar melalui "sendawa"
  • Saat bayi tampak akan bersendawa, pindahkan dari dari hadapan muka anda, terutama jika sendawa bayi disertai dengan air ludah.

Kesalahan saat Menyendawakan Bayi

  • Posisi dagu si bayi tidak lebih tinggi dari bahu ibu sehingga mulut dan hidung bayi bisa tertutup tubuh ibu.
  • Posisi bayi kadang tidak lurus malah bengkok.
  • Saat menepuk punggung terlalu lemah dan tempat yang ditepuk terlalu tinggi atau di bagian bahu/pundak, atau justru terlalu rendah yaitu di bagian bawah (bagian pantat).
  • Ibu yang agak menggoyangkan bayinya kala bersendawa, sehingga membuat sendawa lama keluar.

Note : Biasanya ketika bersendawa bayi akan gumoh. Untuk menghindari baju Ibu dari gumoh, sebelum disendawakan alasi pundak Ibu atau pangkuan Ibu dengan sehelai kain.


Tanda Bayi Kenyang :

  • Bayi tampak puas, tidak menangis dan dapat tidur nyenyak.
  • Selambat-lambatnya sesudah 2 minggu lahir, berat badan waktu lahir tercapai kembali.
  • Buang air kecil paling sedikit 6 kali perhari dan warna air kencing jernih atau kekuningan.
  • Bayi sering buang air besar, warna kuning dan tampak seperti berbiji.
  • Bayi menyusu paling sedikit 8 kali dalam sehari.


MEMERAS ASI :

(1) Dengan Tangan :

  • Mencuci tangan dengan baik dan benar.
  • Duduk/berdiri dgn nyaman, pegang wadah ASI dekat payudara.
  • Letakkan ibu jari di payudara,diatas puting susu dan areola dan jari telunjuk di payudara di bawah puting susu dan areola,di balik ibu jari. Tekan payudara dengan jari-jari lainnya
  • Tekan ibu jari dan telunjuk ke dalam, ke arah dinding dada. Jangan menekan terlalu dalam.
  • Tekan payudaranya di belakang puting dan areola, antara jari telunjuk dan ibu jari .Penekanan dilakukan di atas sinus laktiferus di bawah areola.
  • Tekan dan lepaskan,tekan dan lepaskan.
  • Tekan areola dengan cara yang sama dari arah samping,untuk meyakinkan bahwa ASI ditekankan dari seluruh segmen dalam payudara.
  • Hindari mengoles /menggosok jari-jari pada permukaan kulit. Gerakan jari-jari dapat seperti menggelinding.
  • Hindari "mengaduk / memutar" puting susu, menekan atau menarik puting susu tidak dapat memeras/mengeluarkan ASI. Hal ini sama seperti bila bayi hanya menghisap pada puting susu.

(2) Metode Botol Hangat :

  • Masukkan air panas ke dalam botol
  • Tuangkan air
  • Ibu memegang botol hangat memasangnya ke arah putting susu

(3) Menggunakan Pompa


* disampaikan tgl 25 Mei 2010 di Masjid Mardiyah – Yogyakarta

** referensi dari berbagai sumber

KEDAHSYATAN ASI BAGI BAYI

DASAR :

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan pernyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. " (QS. Al-Baqarah:233).

Breast milk is " the superior nutrition for optimal growth." (WHO)

WHY BREASTFEED ???

  • Provides optimal nutrition and emotional nurturing for the growth of infants.
  • Contributes to women's health.
  • It's a basic human right, contributing to a woman's social and economic equality as well as giving the child access to the highest attainable standard of health and nutrition.
  • Provides positive economic advantages to baby, mother, family and the community. Healthy mothers and babies mean substantial savings in health care costs.

Breastfeeding Benefits for The Baby

  • Reduces the risk of infant mortality.
  • Reduces infant morbidity from infections such as gastro-intestinal infections and ear infections.
  • Enhances the child's natural immunity
  • Reduces atopic disease such as eczema and respiratory problems.
  • Reduces the risk of diabetes.
  • Can result in increased intelligence.
  • Reduces the chance of obesity later in life.
  • Helps with digestion.
  • Can result in fewer dental problems later in life such as braces and cavities.

Breastfeeding Benefits for Mothers

  • Reduces the risk of breast cancer and ovarian cancer.
  • Helps reduce post-natal weight-gain by using extra calories.
  • Helps delay post-natal menstruation.
  • Reduces the risk of hip fractures in later life.
  • Rapid uterine involution.

Benefits to the Family

  • Breastfeeding bonds mother and child.
  • Breastfeeding results in better health, nutrition and well-being.
  • Portable means of nourishment.
  • Breastfeeding saves money on formula and medical costs related to illness.

Economic Advantages :

Breastfeeding saves money in two ways:

  • On costly formula.
  • As a preventive measure against infant illness.

Environmental Advantages :

  • Reduces the amount of packaging; tin, paper and plastic.
  • Cuts down on bottles, nipples, disposable liners and feeding equipment.

KOMPOSISI ASI :

  • Kolostrum
    • Hari 1 - 4/7
    • Sedikit laktosa, lemak dan vitamin yang larut dalam air, tetapi tinggi protein, vitamin yang larut dalam lemak, mineral, dan sangat tinggi imunoglobulin (10 – 17 kali lebih banyak dari ASI matur).
    • Anti infeksi 10-17X
    • Volume 150-300 ml/24 jam
  • ASI transisi
    • Hari 4/7 – 10/14
    • Kadar protein berkurang, karbohidrat dan lemak meningkat
  • ASI Matur
    • Lebih hari 14
    • Komposisi konstan


Manfaat ASI Segera Setelah Lahir :

  • Berperan dalam adaptasi bayi segera setelah lahir à Memfungsikan otak
  • Mengkoreksi penurunan glukosa darah segera setelah lahir
  • Mengubah lemak coklat (lemak tubuh khas untuk bayi baru lahir) menjadi panas shg mencegah bayi terhadap hypotemia (kedinginan)
  • Kekebalan alami à krn sistem kekebalan belum sempurna
  • Membersihkan saluran pencernaan
  • Bersamaan dengan bounding attachment

Manfaat Nutrien ASI untuk Tumbuh Kembang :

  • Laktoferin protein yang mengikat Fe, sehingga mempermudah absorbsi Fe di usus
  • Laktoferin menurunkan kejadian anemia defisiensi besi dengan akibatnya (termasuk kemampuan akademik yang rendah)
  • Laktoferin protein yang mengikat Fe, sehingga menghalangi bakteri usus mendapatkan Fe
  • Fe diperlukan bakteria untuk hidup
  • Laktoferin bersifat bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteria)
  • Laktoferin protein yang mengikat Fe, sehingga mempermudah absorbsi Fe di usus
  • Laktoferin menurunkan kejadian anemia defisiensi besi dengan akibatnya (termasuk kemampuan akademik yang rendah)
  • Laktoferin protein yang mengikat Fe, sehingga menghalangi bakteri usus mendapatkan Fe
  • Fe diperlukan bakteria untuk hidup
  • Laktoferin bersifat bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteria)
  • Laktoferin protein yang mengikat Fe, sehingga mempermudah absorbsi Fe di usus
  • Laktoferin menurunkan kejadian anemia defisiensi besi dengan akibatnya (termasuk kemampuan akademik yang rendah)
  • Laktoferin protein yang mengikat Fe, sehingga menghalangi bakteri usus mendapatkan Fe
  • Fe diperlukan bakteria untuk hidup
  • Laktoferin bersifat bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteria)
  • Susu formula ada yang mengandung whey, tetapi whey susu sapi, sehingga umumnya berupa b-laktoglobulin yang tidak ada dalam ASI sehingga dapat menimbulkan alergi susu sapi (CMPA, cow milk protein allergy)
  • Kandungan protein ASI lebih rendah daripada susu sapi, tetapi lebih efisien
  • Protein ASI 1,5 g/kg/hari sama dengan konsumsi protein susu formula 2,7 g/kg/hari
  • Kelebihan protein susu formula menyebabkan peningkatan kadar urea nitrogen dan ureum darah dan dibuang melalui urine menyebabkan osmolaritas urine meninggi (solute load tinggi)
  • ASI menghindarkan bayi dari beban ginjal yang berat
  • ASI mengandung lebih banyak taurine dalam bentuk asam amino bebas dibanding susu sapi
  • Taurine berperan dalam fungsi perkembangan otak
  • Susu formula dengan taurine manfaatnya belum jelas
  • ASI mengandung banyak enzim dari pada susu sapi, misalnya amilase, transaminase, katalase, kolinesterase, laktat dehidrogenase, protease, dan lipase
  • ASI memperbaiki sistem pencernaan makanan bayi
  • 98% lemak ASI berupa trigliserid yang mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam perbandingan yang sama
  • Susu sapi mengandung lebih banyak asam lemak jenuh
  • Bayi yang disusui ibu memperoleh keuntungan dari bile-stimulated lipase ASI yang mirip lipase pankreas yang hanya ada dalam susu primata (tidak ada dalam susu sapi)
  • Bayi juga mempunyai lipase ludah (lingual lipase) yang membantu pencernaan lemak
  • Pencernaan lemak ASI lebih baik daripada susu sapi
  • Kandungan vitamin E dalam kolostrum dan ASI transisi cukup, bayi cukup bulan mempunyai cadangan vitamin E cukup dalam badannya
  • Bayi prematur mempunyai cadangan vitamin E terbatas, sehingga risiko menderita anemia hemolitik karena fragilitas eritrosit yang meningkat – kesalahan diagnosis sebagai anemia defisiensi Fe membuat keadaan menjadi lebih buruk
  • Vitamin A pada umumnya cukup banyak dalam ASI
  • Vitamin larut air jumlahnya cukup dalam ASI, walaupun jumlahnya tergantung diit ibu
  • Bayi ASI tidak kekurangan vitamin
  • Zinc dalam ASI lebih sedikit dibanding susu sapi, tetapi dapat diabsorpsi lebih baik (60%), dibanding susu sapi (45%), susu formula (30%)
  • Bayi ASI lebih baik pertumbuhan dan status kekebalannya (fungsi zinc)
  • Absorpsi zat besi bayi yang mendapat ASI sangat tinggi (20-50%) dibanding formula (4-7%)
  • Bayi yang disusui ibunya jarang menderita anemia defisiensi Fe dibanding yang mendapat susu lain
  • Rasio Ca:P ASI = 2:1 sedangkan Ca:P susu sapi = 1,2:1 karena kandungan fosfor susu sapi lebih tinggi
  • Lemak susu sapi menyebabkan pembentukan sabun kalsium-palmitat yang tidak dapat diabsorpsi
  • Kandungan protein yang tinggi dalam susu sapi menyebabkan ekskresi Ca bertambah
  • ASI juga mengandung elemen renik (seperti tembaga, kobalt, dan selenium), kandungan hormonal (seperti oksitosin, prolaktin, prostaglandin, steroid), dan enzim yang penting untuk perkembangan bayi.

Peran ASI dalam tumbuh kembang :

  1. Penelitian di Mexico oleh Villalpando & López-Alarcón (2000) : Bayi yang disusui eksklusif 6 bulan mempunyai pertumbuhan lebih baik.
  2. Penelitian di Inggris oleh Martin et al. (2002) : Bayi ASI mempunyai tinggi badan lebih baik pada waktu dewasa dibanding bayi susu formula
  3. Meta-analisis oleh Anderson et al. (1999) :
  • ASI meningkatkan kognitif 3,16 kali lebih baik dibandingkan dengan formula terutama BBLR
  • Masalah perilaku dan emosi lebih sedikit

AKIBAT PEMBERIAN ASI TIDAK ADEKWAT :

  • Gumoh karena kesalahan teknik menyusui.
  • Konstipasi akibat komposisi makanan bayi tidak sesuai dengan kebutuhan
  • Mudah terinfeksi penyakit
  • Bentuk rahang dan gigi yang tidak baik
  • PASI apabila tidak dibersihkan dapat memicu karies gigi.
  • Kegagalan kenaikan berat badan dan gangguan gizi lain.
  • Diabetes Mellitus

AKIBAT PEMBERIAN MP-ASI TERLALU DINI

Akibat Langsung :

  • Bayi lebih jarang menyusu pada ibunya.
  • Terjadinya allergi yang menimbulkan gangguan gastrointestinal, dermatologis, gangguan pernafasan, sampai syok anafilatik.
  • MP-ASI umumnya adalah serealia dan sayur-sayuran yang mempengaruhi absorbsi ferrum sehingga mengakibatkan defisiensi fe.

Akibat jangka Panjang :

  • Gagal tumbuh kembang
  • Obesitas
  • Hypertensi
  • Arteriosklerosis


* disampaikan tgl 27 April 2010 di Masjid Mardiyah – Yogyakarta

** referensi dari berbagai sumber

Rabu, 05 Mei 2010

MATERI MK. 306 - REFRESHING UAP TA 2009/2010 UTK KLS BENGKAYANG & PROGSUS SLEMAN

KONSEP DAN LINGKUP ASUHAN

Segera setelah lahir, BBL mengalami perubahan pada sistem tubuhnya. Sistem yang paling cepat beradaptrasi adalah SISTEM PERNAFASAN, PEREDARAN DARAH, PENGATURAN SUHU, dan METABOLISME GLUKOSA,GIT, IMUNOLOGIS.

TAHAP KEHIDUPAN BBL

-FASE TRANSISIONAL --> Reaktifitas I, Sleep Phase, dan Reaktifitas II

-STABILITAS / PASKA TRANSISI

Asuhan BBL :

  • BUKAN RUTINITAS
  • SESUAI DENGAN TAHAP KEHIDUPAN BBL

PENILAIAN AWAL

- Segera setelah lahir

- Penilaian segera keadaan bayi : 4 pertanyaan, normalitas-abnormalitas yang segera terlihat, Fokus asuhan : Perawatan sesuai keadaan bayi

PHASE TRANSISIONAL

  • Merupakan masa penyesuaian kehidupan intrauterine ke ekstra uterine pada semua sistem tubuh
  • Terdiri atas 3 tahap : Reaktifitas I, Sleep phase, Reaktifitas II
  • Penyesuaian tiap bayi berbeda
  • REAKTIFITAS I
    • BERLANGSUNG 30 – 60 MENIT
    • Karakteristik : bayi aktif, refleks fisiologis kuat (terutama refleks isap mencapai puncak usia 20-30 menit, shg bila terlambat menyusukan refleks berkurang sampai beberapa jam kemudian), tanda vital irreguler
    • Asuhan : sesuaikan dengan hasil penilaian awal
  • SLEEP PHASE
    • BERLANGSUNG 2 - 4 JAM
    • Umumnya bayi tertidur, aktifitas menurun,TV irreguler menurun, warna kulit kadang ada cyanosis perifer
    • Asuhan : keamanan dan kenyamanan bayi, pemantauan intensif, lingkungan, pemenuhan nutrisi
  • REAKTIFITAS II
    • BERLANGSUNG 2 - 4 JAM
    • Bayi aktif kembali,warna kulit merahmuda, menangis kuat, umumnya lapar, BAB pada tahap ini
    • Asuhan : pemenuhan nutrisi, pemantauan intensif, personal hygiene

PHASE STABILITAS

  • Telah terjadi adaptasi dengan kehidupan ekstra uterine
  • Karakteristik : tanda vital reguler, proses menyusui sudah adekwat
  • Asuhan : penilaian komprehensif keadaan bayi (kecuali pada keadaan yang memerlukan asuhan segera maka pada tahap sebelumnya sudah dilakukan)


PERAWATAN RUTIN : OBSERVASI STANDAR

  • BOUNDING ATTACHMENT : (lihat HO. Skor bonding)
  • IMD
  • PROFILAKSIS ZALF MATA DAN VIT K
  • MANAJEMEN PENCEGAHAN : HYPOTERMIA, HYPOGLIKEMIA

PERAWATAN SUPORTIF : EVALUASI YANG SERING

PERAWATAN LANJUT : OBSERVASI TERUS MENERUS DAN DIMONITOR DI RUANG PERAWATAN

Mekanisme Pembentukan Panas :

  • Shivering
  • Non shivering thermogenesis (metabolisme lemak coklat) : Pada neonatus pembentukan panas terutama melalui non shivering thermogenesis

Mekanisme Kehilangan Panas --> Evaporasi, Konduksi, Konveksi, Radiasi.

Perawatan Sehari –hari :

  • PEMANTAUAN TANDA VITAL
  • HYGIENE PERSONAL : PERAWATAN TALIPUSAT
  • NUTRISI (lihat HO. Nutrisi bayi)

Keadaan Khusus :

  • ASPHYXIA
  • HYPOTHERMI
  • HYPOGLIKEMIA
  • IKTERUS à PATHOLOGIS & FISIOLOGIS
  • KELAINAN BAWAAN

Sistem Rujukan Neonatus

Adalah suatu sistem yang memberikan suatu gambaran tata cara pengiriman neonatus resiko tinggi dari tempat yang kurang mampu memberikan penanganan ke Rumah Sakit yang dianggap mempunyai fasilitas yang lebih mampu dalam hal penatalaksanaannya secara menyeluruh (yaitu mempunyai fasilitas yang lebih, dalam hal tenaga medis, laboratorium, perawatan dan pengobatan).

Dalam rujukan terjadi antara lain :

  1. Penyerahan tanggung jawab timbal balik perawatan penderita dari suatu unit kesehatan secara vertikal dan horizontal pada unit kesehatan yang lebih mampu,
  2. Penyaluran pengetahuan dan keterampilan dari unit kesehatan yang lebih mampu pada unit kesehatan yang lebih kecil.
  3. Pengiriman bahan untuk pemeriksaan laboratorium dari unit kesehatan yang kecil pada unit kesehatan yang lebih mampu dan pengiriman hasil kembali pada unit kesehatan yang mengirimnya


Berdasarkan faktor resiko dan kemampuan unit kesehatan, pada dasarnya tingkat perawatan dibagi menjadi :

1. Pelayanan dasar termasuk di dalamnya adalah RS kelas D, Puskesmas dengan tempat tidur, Rumah Bersalin.

2. Pelayan spesialistik didalamnya termasuk RS kelas C, RS Kabupaten, RS Swasta, RS Propinsi.

3. Pelayanan subspesialistis ialah RS kelas A, RS kelas B pendidikan non pendidikan pemerintah atau swasta.


Sesuai dengan pembagian tingkat perawatan, maka unit perawatan bayi baru lahir dapat dibagi menjadi :

  • Unit perawatan bayi baru lahir tingkat III
  • Unit perawatan bayi baru lahir tingkat II
  • Unit perawatan bayi baru lahir tingkat I


Klasifikasi Neonatus :

1. Bayi sehat

2. Bayi risiko tinggi

3. Bayi sakit

  • Neonatus cukup bulan
  • Berat lahir sesuai masa kehamilan
  • Riwayat kehamilan, persalinan, dan pasca kelahiran normal
  • Tanda vital normal
  • Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang normal

Yang perlu diperhatikan pada bayi risiko tinggi :

  • Identifikasi masalah klinis
  • Upaya mencegah timbulnya masalah
  • Pemantauan ketat
  • Penatalaksanaan dini

Pelayanan Neonatal Emergensi Dasar

  • Resusitasi bayi asfiksia
  • Pemberian antibotik parenteral
  • Pemberian anti konvulsan parenteral
  • Pemberian Phenobarbital
  • Kontrol suhu
  • Penanggulangan gizi

Tindakan Pra Rujukan :

  • Stabilize :
    • Jalan napas bersih dan terbuka
    • Kulit dan bibir kemerahan
    • Frekuensi jantung 120-160 kali/menit
    • Suhu aksiler 36,5-37,50C
    • Masalah spesifik penderita sudah dilakukan manajemen awal
  • Keep warm
  • Didampingi NaKes trampil resusitasi, minimal sampai dengan ventilasi
  • Melengkapi data
    • Surat
      persetujuan tindakan
    • Surat rujukan
    • Catatan medis berisi :
      • Riwayat kehamilan, persalinan dan tindakan yang dilakukan
      • Obat yang dikonsumsi oleh ibu
      • Masa kehamilan dan berat lahir
      • Tanda vital (suhu, BJA, pernapasan, warna kulit, aktif tidaknya bayi)
  1. HIPOTERMIA :
  • Batasan : Suhu tubuh 36,5°C atau lebih, diukur pada ketiak 3-5 menit
  • Tatalaksana /Asuhan Hipotermi
    • Ganti pakaian dingin-basah dengan pakaian hangat-kering
    • Memakai topi dan selimut hangat
    • Bila ada ibu/pengganti ibu anjurkan kontak kulit dengan kulit
    • Periksa ulang suhu bayi 1 jam kemudian
    • Anjurkan menyusui lebih sering/ ASI peras memakai sendok/cangkir
    • Rujuk apabila terdapat salah satu keadaan di bawah ini:
    • Jika setelah menghangatkan selama 1 jam, suhu tidak membaik
    • Bila bayi tidak dapat minum dengan sendok
    • Terdapat gangguan napas atau kejang
    • Bila disertai mengantuk/letargis/ada bagian tubuh yang mengeras
    • Nasehati ibu cara merawat bayi dengan PMK di rumah

    2. INFEKSI

- Infeksi Lokal
Infeksi yang umumnya terjadi pada kulit, tali pusat dan selaput lendir (mata dan mulut)

- Infeksi sistemik / sepsis neonatorum
Sepsis neonatorum adalah Infeksi sistemik yang berat pada masa neonatal

3. Ikterus

  • Ikterus adalah pewarnaan kuning pada kulit, mukosa, selaput mata akibat peninggian kadar bilirubin mulai tampak pada daerah muka
  • Penumpukan bilirubin terutama diakibatkan pemecahan sel darah merah
  • Sekitar 50% Bayi Cukup Bulan mengalami ikterus dalam 1 minggu pertama kehidupannya à persentasi pada BBLR lebih tinggi

4. Kejang

Tanda / gejala:

  • Gerakan tidak normal, kesadaran menurun
  • Menangis melengking tiba-tiba

5. Spasme
à Jika dicurigai sebagai TETANUS NEONATORUM dengan tanda / gejala:

  • Kejang / kaku seluruh tubuh baik dirangsang maupun spontan
  • Mulut mencucu
  • Biasanya kesadaran masih baik tetapi bayi tak bisa menetek

6. Gangguan minum dan masalah ASI

  • ASI merupakan nutrisi terbaik untuk BBLR
  • Merupakan hal yang normal jika dalam menyusui BBLR cepat lelah, isapannya lemah, menghisap sebentar
  • Frekuensi pemberian ASI dianjurkan setiap 2 jam
  • Bila bayi tidak menghisap ASI dengan baik, anjurkan untuk memberikan ASI peras melalui sendok/cangkir
  • Ajari ibu cara menyusui yang baik dan benar
  • Rujuk apabila terdapat keadaan berikut :
    • Malas atau tidak mau minum per sendok, sebelumnya minum baik
    • Bayi batuk dan tersedak sejak pertama kali minum
    • Gangguan napas
    • Kenaikan berat badan tidak sesuai dengan yang diharapkan
    • Perut menjadi kembung dan merah, BAB berdarah

7. Gangguan saluran cerna

  • Perdarahan
    • Peradarahan segar melalui Saluran Cerna
    • Tidak perlu bilas lambung
    • Puasakan, pasang OGT, Vit K1, rujuk
  • Tidak BAB selama 48 jam (dari lahir)
    • 99 % bayi matur & 76% prematur [ BAB 24 jam pertama
    • Penyebab :
      • Anus imperforata /Atresia ani
      • Obstruksi usus : meconium plug, ileus, Hirschprung's, atresia ani, malrotasi
    • Puasakan, pasang OGT, rujuk

8. Diare :

  • Perubahan frekuensi dan konstitusi tinja
  • Dibedakan :
    • dengan dehidrasi
    • tanpa dehidrasi
  • Tanda dehidrasi :
    • mata dan ubun ubun cekung
    • anak rewel, gelisah
    • kencing berkurang

9. Kelainan Kongenital Saluran Cerna

  • Waspada bila dijumpai :
    • Sekresi air ludah yg berlebihan
    • Muntah atau gumoh yg sering
    • Perut kembung, tegang
    • Belum ada mekonium setelah 24 jam
  • Segera dirujuk


PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG ANAK

Pertumbuhan :

  • Besar, jumlah, ukuran, dimensi tingkat sel / organ
  • Ukuran berat : gram, pound, kg
  • Ukuran panjang : cm, meter
  • Umur tulang
  • Keseimbangan metabolik

Perkembangan :

  • Bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur dan dapat diramalkan.
  • Proses diferensiasi sel tubuh, jaringan tubuh, organ, dan sistem organ yang berkembang sehingga memenuhi fungsinya.
  • Termasuk perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dari lingkungan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG

  • Faktor genetik
  • Faktor lingkungan : Lingkungan pranatal, Lingkungan post-natal

CIRI TUMBUH KEMBANG ANAK

  • Proses kontinue dari konsepsi sampai dewasa
  • Dalam priode tertentu terdapat masa percepatan atau perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan antar organ.
  • Pola perkembangan setiap anak sama, tetapi kecepatannya berbeda.
  • Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem syaraf
  • Aktifitas seluruh tubuh diganti dengan respon individu yang khas.
  • Arah perkembangan cephalo-kaudal
  • Refleks primitif menghilang sebelum gerakan volunter tercapai


Selamat Belajar ...