Minggu, 04 Desember 2011

AM I (NOT) A PRICKY PERSON?

Reading Mr. Mario Teguh's Personal ProjectsToday on his wall, as follow:

Proyek Pribadi Hari Ini:
MENJADI PRIBADI YANG TIDAK BERDURI


Tuhanku Yang Maha Penyayang, aku mohon Engkau menumpulkan sudut-sudut tajam pada sifatku dan mencabut duri-duri tajam pada caraku berbicara dan berlaku, yang membuat orang terluka tanpa aku sengaja. Pedih hati ini menyaksikan orang-orang yang mencintaiku terluka olehku, karena ketidak-mampuanku mengendalikan amarah dan ketidak-sabaranku.
Tuhan, hari ini aku akan berusaha mendamaikan diriku di dalam perbedaan pendapat, menyabarkan diri dalam kelambanan orang lain, dan menghilangkan dari dalam diriku ketegangan dan ketergesaan yang menyiksa orang lain.
Semoga dengan yang kuniatkan ini, Engkau berkenan menjadikan aku jiwa yang tidak berduri, yang lembut memperlakukan hati keluarga dan sesama.

I thought of you ma,…
How many wounds I’ve scratched on your fragile heart. Even so, you're the healer of my bleed
I'm a selfish, childish and very spoiled to you.
I'm sad about it ma, and even sadder because I could n’t fixing up anymore,..forever.,..

I always miss you, ma ..

Senin, 14 November 2011

MENGHITUNG DAN MENENTUKAN MASA SUBUR

SIKLUS HAID

Melacak masa subur bisa dilakukan secara manual melalui hitungan siklus haid/menstruasi, terutama jika siklus teratur setiap bulannya (antara 28-30 hari, dapat menanjang sampai 22-35 hari). Ovulasi terjadi hari ke-14 siklus (plus minus 1 hari) , sedangkan sperma memiliki masa hidup sekita 3 hari (± 72 jam). Jadi, 3 hari sebelum dan sesudah hari ke-14 adalah masa yang memungkinkan bagi sel telur untuk dibuahi, ditambah ± 1 hari (perkiraan kemelesetan ovulasi).

Jika haid tidak teratur (siklus kurang dari 28 hari), dapat menggunakan rumus Ogino Knouss. Dicari siklus yang paling pendek berapa hari dan siklus paling panjang berapa hari. Masa subur ditentukan berdasarkan perhitungan siklus terpendek – 18, siklus terpanjang – 11.

Contoh I:

Siklus haid seorang wanita dlm 3 bulan sbb:

Januari : tanggal 2

Februari : tanggal 1

Maret : tanggal 3

(Siklus teratur 30 hari)

Maka perkiraan masa subur di bulan April adalah à

Kemungkinan haid tanggal 2 April (merupakan hari ke 1 siklus)

Kemungkinan ovulasi tgl 15 April (plus minus 1 hari à (14 – 16 April)

Kemungkinan masa subur tgl 11 – 19 April

Contoh II:

Siklus haid seorang wanita tidak teratur, siklus terpendeknya adalah 29 hari, siklus terpanjangnya adalah 45 hari. Haid terakhir dimulai tanggal 7 Oktober 2011

Siklus terpendek à 29 – 18 = 11

Siklus terpanjang à 45 – 11 = 34

maka perkiraan masa subur adalah pada hari ke 11 – 34 siklusnya

Hari pertama siklus terakhir adalah 7 Oktober (Oktober = 31 hari)

Maka perkiraan masa subur tgl 18 Oktober – 10 November 2011

GETAH LENDIR SERVIKS (SPINBARKEIT SIGN)

Masa subur juga bisa diketahui lewat pemeriksaan getah lendir (mukus) mulut rahim serviks). Ini pun dapat kita lakukan sendiri. Caranya, lendir dari mulut rahim diperiksa setiap hari.

Pada masa subur terjadi perubahan yang bersifat spinbarkeit. Lendir lentur, tidak terputus jika dipegang, dan lengket seperti agar-agar.

Kalau mau lebih pasti, lendir ini bisa diperiksa ahli pada objek gelas dibawah mikroskop. Lendir yang terjadi pada masa subur, akan terlihat berbentuk seperti daun pakis.

SUHU BASAL TUBUH

Cara lain yang bisa ditempuh adalah mengukur suhu tubuh basal. Saat ovulasi, sel telur dilontarkan dari kantung yang matang. Selanjutnya, tempat asal sel telur tadi (korpus luteum) memproduksi hormon progesteron yang bertugas menyiapkan jaringan dalam rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. Terbentuknya progesteron ini mengakibatkan kenaikan suhu tubuh.

Lakukan pengukuran suhu badan pada pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas apa pun, seperti turun dari tempat tidur, ke kamar mandi, makan, atau minum. Kerjakan setiap hari pada jam yang sama selama tiga bulan. Gunakan termometer yang dimasukkan ke dalam mulut atau dubur (bukan yang dijepit di ketiak). Letakkan termometer di bawah lidah selama 5-6 menit. Tutup mulut selama pengukuran berlangsung. Catatlah perubahan suhu yang terjadi setiap hari. Jangan lupa untuk menghubungkan catatan hari ini dengan hari-hari berikutnya, sehingga membentuk kurva.

Pada saat ovulasi, akan terlihat, mula-mula grafik turun sedikit dari perhitungan hari sebelumnya. Kemudian akan naik dengan beda paling sedikit dua derajat celcius. Kalau sudah naik, kurva akan tetap di atas, tidak akan turun lagi.

Suhu normal tubuh (saat bangun tidur) biasanya 35,5 – 36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi suhu akan turun dulu dan naik bisa mencapai 37-38 derajat dan tidak akan kembali pada suhu 35 derajat. Pada waktu perubahan itulah terjadi masa subur. Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terus terjadi sekitar 3-4 hari.

Kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat karena produksi progesteron menurun, sehingga suhu tubuh pun turun. Dan akhirnya kembali pada suhu tubuh normal, seperti sebelum menstruasi terjadi.

Bila pada grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh, bisa berarti tidak terjadi masa subur karena tidak adanya korpus leteum yang akan memproduksi progesteron. Ini juga berarti tidak akan terjadi kenaikan suhu tubuh.

Sebaliknya, jika kenaikan suhu tubuh menetap terus berlangsung setelah masa subur, pertanda dimulainya kehamilan. Karena jika sel telur berhasil dibuahi, berarti korpus leteum akan terus memproduksi hormon progesteron. Dengan demikian, suhu tubuh pun tetap tinggi.

Syarat menentukan masa subur dengan pengukuran suhu tubuh adalah dalam 3 bulan, suhu tubuh tidak dalam keadaan demam, tidak tidur di dekat lampu yang sangat panas, atau dengan AC yang sangat dingin.

Variasi termometer

1. Termometer digital berprogram komputer yang dirancang khusus untuk test kesuburan. Bila alat ini dipakai oleh wanita setiap hari, maka menjelang masa subur atau ovulasi, dari alat ini akan keluar sinyal indikator dan suara alarm tanda masa subur yang akan menyala secara otomatis.

2. Jam tangan wanita yang dilengkapi dengan termometer khusus, untuk mendeteksi masa subur. Sehingga begitu datang masa subur maka secara otomatis akan ada tanda peringatan dari jam tangan yang dipakai tersebut. Namun tentu saja bila tubuh sedang menderita demam, pendeteksian kesuburan melalui suhu ini akan sulit diketahui dengan akurat.

PEMERIKSAAN USG

Sekarang ini, lewat pemeriksaan USG secara serial, bisa diketahui masa subur seorang wanita. Caranya dengan melihat kelenjar telur, perkembangan terjadinya sel telur sampai sel telur tersebut matang dan hendak keluar (ovulasi). Cara ini bisa dimanfaatkan oleh wanita yang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.

Dengan pemeriksaan USG secara serial 2-3 hari dapat diukur siklus haidnya, tanggalan haid, dan tanggalan timbul ovulasi. “Perkembangan ini akan terus dipantau. Dari mulai sel telur terbentuk hingga menghilang.” Nah, jika sudah diperoleh saat terjadinya ovulasi, segera dilakukan pencatatan pada hari ke berapa masa subur itu terjadi, dihitung dari hari pertama menstruasi.

Tes Air Liur (tes ovulasi dgn bahan air liur)

Para peneliti telah mengamati dan mempelajari fenomena ferning dalam cairan serviks sejak tahun 1945, ketika Papanicolau mengamati bentukan bentukan kristal mikroskopis di dalam cairan serviks (lendir serviks). Para peneliti berikutnya telah mempelajari ferning dari cairan-cairan tubuh lainnya, termasuk saliva.

Pada tahun 1992, suatu studi yang melibatkan 300 wanita dari program bayi tabung (pembuahan di luar tubuh atau IVF) diadakan di 2nd Department of Gynaecology and Obstetrics di Brno, Cekoslowakia. Para pasien diberi petunjuk dalam penggunaan mikroskop genggam untuk mengamati ferning saliva. Pada semua pasien, siklus dirangsang dengan menggunakan clomiphene citrate/CC/Gravosan Spofa/dan hMg/Pergonal Serono/. Pertumbuhan folikuler diamati melalui suara vagina pada frekuensi 7 MHz US/Kretz/. Evaluasi harian dilakukan terhadap 17 beta oestradiol dan kadar LH dengan menggunakan metode-metode kekebalan radio (radio-immune methods). Suhu basal juga dicatat secara harian. Studi ini menemukan kaitan yang jelas antara aktivitas estrogen dan kristalisasi saliva, antara kurva LH dan kristalisasi saliva, serta antara pertumbuhan folikuler dan kristalisasi saliva. Studi tersebut menggolongkan keandalan pada “tingkat yang sangat tinggi”, dan mengklaim bahwa gabungan metode sympto-thermal dan metode mikroskop saliva menghasilkan tingkat keandalan sebesar 99%.