Jumat, 21 Januari 2011

UNMET NEED dalam LAYANAN KONTRASEPSI


Pendahuluan

Kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi (unmet need) didefinisikan sebagai kesenjangan antara niat wanita usia reproduksi dengan perilaku penggunaan kontrasepsi. Beberapa wanita yang menikah dan tidak menikah ingin menghindari kehamilan tetapi tidak menggunakan kontrasepsi. Kesakitan dan kematian ibu dicegah dengan upaya pemenuhan kebutuhan keluarga berencana bagi wanita, sehingga kehamilan yang tidak diinginkan, kejadian aborsi tidak aman dan persalinan yang beresiko dapat dikurangi. Definisi unmet need menurut DHS (Demographic Health Survey) adalah proporsi wanita usia subur yang menikah atau hidup bersama (seksual aktif) yang tidak ingin punya anak lagi atau yang ingin menjarangkan kelahiran berikutnya dalam jangka waktu minimal 2 tahun tetapi tidak menggunakan alat atau cara kontrasepsi.

Unmet need pelayanan layanan kontrasepsi / keluarga berencana berkaitan dengan demand keluarga berencana. Demand KB adalah niat atau motivasi individu atau pasangan untuk mengontrol fertilitas dimasa yang akan datang. Demand KB terbagi dalam 3 kategori yaitu keinginan untuk menunda kelahiran anak pertama, keinginan untuk menjarangkan kehamilan dan keinginan untuk mengakhiri kelahiran. Untuk menunda, mengatur jarak dan membatasi kelahiran ditentukan oleh penilaian ekonomi dan sosial yang memiliki kekuatan untuk motivasi pengendalian kesuburan.

Kelompok unmet need mencakup wanita hamil yang kehamilannya tidak diinginkan, wanita yang belum haid (amenorhoe) setelah melahirkan anak yang tidak diinginkan, dan wanita yang tidak hamil atau belum haid setelah melahirkan dan tidak memakai kontrasepsi tetapi ingin menunggu dua tahun atau lebih sebelum kelahiran berikutnya. Wanita yang belum memutuskan apakah ingin anak lagi tapi belum tahu kapan juga termasuk dalam kelompok unmet need. Wanita yang hamil akibat kegagalan metode kontrasepsi, wanita yang mengalami infecund yaitu mereka telah menikah lima tahun atau lebih tetapi tidak pernah melahirkan, menopause dan histerektomi bukan termasuk dalam kelompok unmet need. Pengguna kontrasepsi tradisonal termasuk ke dalam kelompok unmet need, karena metode yang digunakan tidak bisa diandalkan dan tidak sesuai dengan tujuan reproduksi.

Penyebab Unmet Need

1). Akses ke layanan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan transportasi.

2). Kualitas layanan terhadap pemilihan alat kontrasepsi, pemahaman efek samping yang ditimbulkan oleh masing-masing metode kontrasepsi dan hubungan antara wanita dan provider.

Enam komponen dalam kualitas pelayanan kontrasepsi yang dapat meningkatkan cakupan pengguna keluarga berencana yaitu: 1) pilihan metode; 2) informasi yang diberikan kepada klien; 3) kompetensi provider; 4) tempat konseling; 5) tindak lanjut dan keberlangsungan pelayanan; dan 6) pelayanan yang tepat. Bentuk layanan keluarga berencana yang diberikan oleh provider bukan sekedar menyediakan alat kontrasepsi, tetapi memperhatikan kebutuhan sosial dan kesehatan calon akseptor. Keberhasilan klien dalam mengambil keputusan pemilihan kontrasepsi adalah mengerti tentang keefektifan metode, mengetahui kelebihan dan kelemahan metode, cara pencegahan terhadap penyakit menular seksual, mengerti pemakaian metode dan kapan untuk kembali, serta tanda dan cara mengatasi efek samping.

3). Hambatan biaya.

4). Hambatan sosial, budaya dan norma agama.

Faktor lain yang mempengaruhi unmet need pelayanan keluarga berencana

Usia perkawinan yang terlalu muda, pendidikan wanita yang rendah, jarak ke layanan dan diskriminasi gender terhadap pemilihan jenis kelamin anak adalah karakteristik demografi yang menentukan tingginya kebutuhan KB yang tidak terpenuhi. Terdapat perbedaan karakteristik demografi dalam unmet need pelayanan keluarga berencana untuk pembatasan dan penjarangan kelahiran. Pembatasan kelahiran lebih tinggi pada wanita dengan usia lebih dari 35 tahun, tidak memiliki pendidikan formal dan paritas lebih dari empat. Sedangkan untuk penjarangan kelahiran lebih tinggi pada wanita usia dibawah 25 tahun, pendidikan menengah atau tinggi dan paritas rendah.