Sabtu, 05 Februari 2011

100 days, left...

100 hari, bunda...
100 hari terberat dalam hidupku
dan setiap satu hari pergi
hanya airmata yang setia di sisi
....
tak ada yang menenangkan jiwaku lagi bunda
laksana berjalan di tengah malam,
di musim dingin yang mencekam
dan harus kulalui jalan ini sendiri
mengikuti alunan angin
tanpa tahu dimana harus berhenti
....
Bunda, kini aku tahu
arti sesungguhnya
pedih....
duka....
galau....
sendiri....
sepi....
hampa....
gamang....
lemah....
lelah....
....
Bunda
airmata ini seolah berikrar setia
dan sakit di dada ini, sakit yang tidak pernah kurasa sebelumnya
seringkali menyambangi saat tidurku
membuatku terjaga di sepanjang sisa malamku

Kini, kuhapus airmataku
hanya dengan tanganku sendiri
tanpa belaian cinta di kepalaku
atau suara menenangkan di jiwaku
aku sendiri bunda

dan tanpamu, ...
adalah cobaan terberat yang kujalani..
....

Pedatiku terus berputar bunda,
jerujinya menempel kokoh pada roda
terus menapaki jalan berkerikil ini
decit gerobakku menggema memilukan jiwa
dan kepalaku masih tertunduk
di bawah balutan matahari


(catatan 100 hari kepergian mama)