Rabu, 09 Maret 2011

Tamponade Uterus dengan Kondom Kateter

Tamponade uterus merupakan salah satu upaya mengontrol perdarahan postpartum karena atonia. Prinsif kerjanya adalah menekan cavum uteri dari sisi dalam ke arah luar dengan kuat sehingga terjadi penekanan pada arteria sistemik serta memberikan tekanan hidrostatik pada a. uterina. Dulu, tamponade uterus menggunakan kassa yang telah dipadatkan. Namun tamponade dengan kassa ini menuai issu infeksi tinggi dan risiko trauma. Selain itu, jika tampon kurang padat dapat mengakibatkan perdarahan tersembunyi.
Saat ini tamponade uterus dilakukan dengan balon. Ada beberapa macam balon, namun kali ini saya akan membicarakan penggunaan kondom kateter. Ini dipilih karena efektif (rata-rata 15 menit paska pemasangan maka perdarahan akan berkurang bahkan berhenti). Cara ini juga jauh sangat murah dibanding jenis balon lain, ketersedian relatif ada dan mudah dilakukan oleh profesional di daerah layanan primer.

Langkah pemasangan tamponade kateter kondom adalah sbb:
1. Mempersiapkan alat:
  • Baki steril berisi kondom, benang, kateter no. 24, DC, jegul, klem ovarium, spekulum sim (2 bh), handscoen.
  • Set infus+cairan (normal saline).
  • Bengkok.
2. Posisi pasien lithotomi.
3. Penolong dan asisten memasang sarung tangan.
4. Masukkan kateter pada kondom, ikat dengan benang yang kuat dan ikatan yang kuat














5. Dengan bantuan spekulum sim dan klem untuk melihat area, masukkan kateter kondom dalam cavum uteri.

















6. Bagian luar kateter disambungkan dengan ujung tali infus dan difiksasi dengan benang. Alirkan cairan (normal saline) grojok melalui kateter ke dalam kondom di cavum uteri sampai seluruh cavitas penuh (ditandai dengan terhentinya aliran cairan). Jika telah penuh, masukkan jegul pada vagina untuk memfiksasi.
Observasi perdarahan dan kontraksi uterus selama pemasangan kondom kateter 24-48 jam, sambil diberikan drip oksitosin untuk mempertahankan kontraksi uterus (minimal sampai 6 jam paska tindakan) dan dilindungi dengan triple regimen antobiotik selama 7 hari sbb:
  • Amoksisilin 500 mg tiap 6 jam
  • Metronidazole 500 mg tiap 6 jam
  • Gentamisin 80 mg tiap 8 jam
Jika terjadi perbaikan maka normal saline dalam kondom kateter dikurangi bertahap yaitu 20 ml tiap 10-15 menit.






(sumber gambar: www.medscape.com)