Rabu, 27 April 2011

Cara Allah Menghindarkan Kita dari Takdir Buruk

Tadi subuh di “Nikmatnya Sedekah” Ustads Yusuf bercerita pada jamaah tentang cerita pak Fulan yang mengalami tabrakan. Kata Ustadz, sebelumnya beliau sudah ijin kepada pak Fulan untuk share ceritanya pak Fulan ini, sebagai testimoni biar jadi ibroh buat jamaah lainnya.

Suatu hari Pak Fulan naik motor. Ketika diperjalanan muncul getaran hati (keretek hati istilah ustadz Yusuf) untuk bersedekah pada seseorang. Beberapa saat kemudian muncul tolakan hati untuk tidak melakukan hal tersebut, sehingga Pak Fulan kemudian menimbang-nimbang. Akhirnya muncul jalan tengah bahwa sedekahnya tetap dilakukan tapi nunggu sebentar dulu (jadi niat sedekahnya tidak dibatalkan hanya ditunda). Tempat orang yang akan disedekahi itu jalannya lurus saja, namun karena pak Fulan berencana menunaikan sedekah tidak saat itu maka dia berbelok untuk urusan lain. Di daerah beloka itulah kemudian pak Fulan tertabrak. Pak Fulan bertemu ustadz Yusuf saat lengannya masih di gips dan mengatakan “ini nih, gara-gara nunda sedekah, hehe”...

Wuiii,... kok rada mirip seperti kejadian yang baru kualami ya...

Gini ceritanya,..

Hari itu aku buru-buru banget karena waktu sudah menunjukkan hampir jam 8 pagi... Injury Time!!!.... Di daerah UGM, antara FOOD COURT dan KOPMA aku melihat seorang nenek dengan pakaian seperti layaknya pengemis. Hatiku saat itu tergerak untuk memberikan sejumlah uang kepada beliau. Soalnya kemaren aku baru saja dapat pencairan dana bantuan penelitian. Sambil berfikir dan menimbang-nimbang, aku terus memacu motor, memilih antara mau berhenti atau tidak. Ada bagian hatiku yang berkeras untuk berhenti, namun bagian hatiku yang lain dengan “lembut” melemahkan,...

“Masih bisa nanti, masih banyak pengemis yang lain... Ini sudah telat,...”

“ Sebentar saja, .. Putar balik dulu... memang lain kali bisa ketemu nenek itu lagi..?”

“Kemaren sudah dipesan, datangnya agak pagi,... Ini sudah mau telat... Lagipula, itu daerah rame,.. Nanti dikira apaan,... ngasih uang pada tempat rame begitu”

“Amal itu kan boleh saja terlihat, yang penting tidak riya. Ayolah,..belok sebentar saja ,... Paling juga 5 menit.”

“Ini hari pertama, masak telat... Memberi kesan jelek.. “

“Gakpapa lah 5 menit ini, kalo ngebut dikit juga ontime kok”

“Ini sudah jauh banget kalo mau belok.. Lagian lain kali juga bisa,... Atau nanti pas sholat Dzuhur, masukin di kotak amal, kan sama saja..”

Hmm,. .. bener juga sih. Ini sudah jauh, sudah tikungan mau belok ke Sardjito. Lagian kalo ngisi di masjid malah lebih tepat sasaran,..

Well,... dia menang dan aku melaju terus..

Hari itu berjalan mulus, ... sampai menjelang magrib ketika salah seorang teman complain karena menghubungi nomorku tapi tidak diangkat-angkat... Huaaaaaa... HPku gak ada... Kuobrak abrik semua tas,.. juga kutelusuri sepanjang tempat-tempat yag kusinggahi termasuk WC kantor dan tempat makan siang. NIHIL...!!!!

Innalillah,...

Malam hari, sambil berintrospeksi kurenungi kejadian hari ini. Dan akhirnya aku terhenti pada kejadian tadi pagi, saat kuabaikan bisikan-Nya di hatiku...

Ampuni aku Allah,.. ini bukan masalah hp, tapi masalah pengabaian cinta-Mu..

Ampuni aku Allah, ini sama sekali bukan karena harga hp, tapi karena di hp itulah satu-satunya kenangan percakapanku dengan mamaku almarhumah tersimpan,..

Ampuni aku Allah,... Kumohon tetaplah menjagaku, meski hari ini aku menutupi telingaku dari bisikan kasih-Mu

Dan jika Kau ijinkan aku menyimpan kenangan indahku dengan mama, maka kumohon Kau kembalikan benda itu padaku...

Kemaren sore salah seorang mahasiswa menemuiku dan bercerita bahwa saat dia mencoba menelpon, ternyata yang mengangkat adalah seorang ibu. Katanya hp itu ketinggalan di kantin tempatku makan, dan oleh pemilik kantin, hp tersebut disuruh ambil,... Alhamdulillah... Yah, meskipun hpku ternyata jadi agak acak adul dan beberapa keypadnya copot,.. (hiks,... padahal chasing ori Sony Erickson mesti pesan dulu kalau mau beli...). Tadi bu kantin juga minta maaf karena katanya hp itu sudah diutak atik anaknya dibuat mainan (mungkin masih balita ya, jadi difikirnya mobil-mobilan kali ...), juga buat foto-foto (latihan jadi seleb,...) dan ada beberapa content yang katanya dihapus..

Setelah ku check hpku, baru aku sadar bahwa ternyata anak ibu itu bukan balita,... Soalnya pintar mengutak-atik setting, juga menghapus seluruh foto dan beberapa file, ... Dan isi sms terkirim selama 5 hari (selama hpo ini tidak ditanganku) ternyata bernada dewasa,.. Syukurnya tidak ada nada jorok di pesan terkirim itu,.. kalau tidak, wah berabe... Kan pakai nomorku...

Tetapi lebih dari semua itu, yang paling menyedihkanku adalah seluruh isi file item tersimpan dihapus. Padahal file itu menyimpan seluruh sms mamaku dan beberapa sms yang sangat penting..

Innalillah, Ya Allah...

Innalillah, Ya Robb..

Innalillah...

~~~~~~~~ 0000 ~~~~~~~~

Di ending cerita, ustadz Yusuf nanya ke jamaah... ‘Emang Allah jahat ya,.. koq cuma menunda sedekah ditabrakin....

Tidak... Kecelakaan itu sudah ada dalam takdir kita, sudah tertulis di dalam buku perjalanan hidup kita, jauh sebelumkita dilahirkan. Tapi, kita kan minta pada Allah minimal 17 kali sehari... IHDINASHSHIROTHOL MUSTAQIEM.. Tunjukilah kami jalan yang lurus...

Petunjuk dari Allah saat itu muncul dalam bentuk getaran hari untuk bersedekah. Seandainya pak Fulan menuruti keretekan hatinya untuk bersedekah segera saat itu, kan jalannya ke arah yang satunya karena menuju rumah orang yang bakalan diberi sedekah.. gak belok jalan itu,.. jadi tabrakannya tidak terjadi..kan, Allah Maha Berkuasa menghindarkan kita dari takdir buruk, ...

Di kasusku, mungkin seandainya aku berhenti sebentar, kemuadian memberikan sesuatu yang mungkin adalah hak nenek itu (yang diberikan lewat aku), mungkin kejadian ini tidak akan terjadi. Dan mungkin aku tidak akan kehilangan percakapanku dengan ibuku, di beberapa waktu terakhirnya,....

Ampuni aku, Tuhanku...