Selasa, 03 Mei 2011

Started with “The Future Mother” (Pemeliharaan Kesehatan Remaja Putri)


Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak- kanak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik yang cepat. Pertumbuhan yang cepat pada tubuh remaja, luar dan dalam itu, membawa akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja. Masa remaja pada usia 18 tahun merupakan masa yang matang, sebagai peralihan masa kanak-kanak ke masa dewasa. Masa remaja mempunyai ciri sebagai berikut; 1) sebagai Periode penting perubahan sikap perilaku, 2) Periode peralihan; 3)Periode perubahan; 4) Masa mencari identitas; 5) Usia bermasalah; 6) Usia yang menimbulkan kesulitan, 7) Masa tidak realistik; 8)Ambang masa dewasa.

Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja, meliputi;

a) Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah.

b) Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.

c) Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.

d) Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.

e) Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.

Masalah yang dihadapi remaja dari yang bersifat fisik seperti anemia, masalah kegemukan, masalah mental-kejiwaan seperti gangguan belajar, masalah perilaku beresiko seperti merokok, hubungan seks pranikah hingga penyalah gunaan NAPZA. Bila kita kaji lebih mendalam, maka periode remaja merupakan ”Window Opportunity” periode waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai, norma dan kebiasaan yang baik agar tidak mengalami masalah kesehatan dikemudian hari, dan menjadi manusia dewasa yang sehat dan produktif.

Intenational Conference on Population and Development (ICPD) pada Tahun 1994, melakukan upaya untuk pengembangan program yang cocok untuk kebutuhan kesehatan reproduksi remaja. Strategi kunci untuk menjangkau dan melayani generasi muda:

a) Melakukan pengembangan layanan-layanan yang ramah bagi generasi muda

b) Melibatkan generasi muda dalam perancangan, pelaksanaan dan evaluasi program

c) Membentuk pelatihan bagi penyedia layanan untuk dapat melayani kebutuhan dan memperhatikan kekhawatiran-kekhawatiran khusus bagi para remaja

d) Mendorong munculnya upaya-upaya advokasi masyarakat untuk menddukung perkembangan remaja dan mendorong perilaku kesehatan yang positif

e) Memadukan latihan-latihan membangun ketrampilan kedalam program-program yang ditujukan untuk remaja.

Program-program yang dikembangkan bagi remaja dapat mendorong untuk pemberian kesempatan bagi remaja untuk produktif secara sosial dan ekonomi. Jika hal ini dipadukan dengan adanya informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi akan memacu mereka untuk menunda aktivitas seksual remaja sehingga memberi dampak keputusan jangka panjang dalam merencanakan masa depan remaja. Remaja memerlukan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi tentang seksualitas, kontrasepsi, aktivitas seksual, aborsi, penyakit menular seksual dan gender.

Beberapa masalah pokok dalam pengembangan kesehatan reproduksi remaja adalah:

1) Melakukan advokasi untuk memperoleh dukungan masyarakat dalam kesehatan reproduksi

2) Melibatkan remaja pada aktivitas yang positif

3) Pelayanan klinik yang ramah bagi remaja

4) Memerikan informasi yang ramah agi para remaja

5) Kontrasepsi untuk remaja

6) HIV dan PMS bagi remaja

7) Memenuhi kebutuhan remaja sesuai tingkatan usia

8) Kehamilan dini dan kehamilan tidak diinginkan

9) Pendidikan seksualitas berbasis sekolah

10) Mengembangkan ketrampilan untuk menghadapi kehidupan

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi bagi semua orang akan memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian status ksehatan reproduksi masyarakat yang lebih baik. Dilain pihak, pelayanan kesehatan reproduksi belum menyentuh sebagian besar remaja sehingga status kesehatan reproduksi mereka relativ rendah. Pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan petugas kesehatan diharapkan memahami permasalahan permasalahan kesehatan reproduksi remaja sehingga mempunyai kepedulian terhadap kesehatan reproduksi remaja (KRR). Untuk mengatasi masalah kesehatan remaja di perlukan pendekatan yang adolescent friendly, baik dalam menyampaikan informasi maupun dalam menyediakan layanan kesehatan. Saat ini di kembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), yang diharapkan menyediakan pelayanan kesehatan sesuai dengan masalah dan memenuhi kebutuhan remaja.

Penyebaran informasi mengenai kesehatan remaja sangat di perlukan karena masalah kesehatan remaja belum cukup dipahami oleh berbagi pihak, maupun oleh remaja sendiri. Informasi ini sesungguhnya berguna untuk:

1) Meningkatkan pemahaman berbagai pihak mengenai kesehatan remaja dan bagaimana berinteraksi dengan remaja

2) Menyiapkan remaja untuk menghadapi masalah kesehatan remaja dan mendorong remaja agar bersedia membantu teman sebayanya.

3) Membuka akses informasi dan pelayanan kesehatan remaja melalui sekolah maupun luar sekolah