Minggu, 08 Mei 2011

TERAPI ARV UNTUK PROGRAM PMTCT

Terapi antiretroviral/ARV/HAART (Highly Active Antiretroviral Therapy) dalam PMTCT adalah penggunaan obat antiretroviral jangka panjang untuk mengobati perempuan hamil HIV positif , mencegah penularan HIV dari ibu ke anak/MTCT dan diberikan seumur hidup.

Saat ini obat antiretroviral lini 1 sudah tersedia secara luas dan gratis. Perempuan yang memerlukan layanan PMTCT dapat memperoleh di rumah sakit yang menjadi pusat layanan HIV. Pemberian obat antiretroviral dilakukan dengan kombinasi sejumlah rejimen obat (biasanya diberikan dalam 3 macam obat dalam 1 kombinasi) sesuai dengan pedoman yang berlaku.

Manfaat Terapi ARV dalam program PMTCT serupa dengan terapi ARV untuk pasien HIV pada umumnya yaitu :

  1. Memperbaiki status kesehatan dan kualitas hidup
  2. Menurunkan rawat inap akibat HIV
  3. Menurunkan kematian terkait AIDS
  4. Menurunkan angka penularan HIV dari ibu ke anak

Rekomendasi untuk Memulai Terapi ARV pada perempuan hamil menurut stadium klinis dan ketersediaan penanda imunologis (menurut WHO 2006)

Stadium klinis menurut WHO

Bila tidak tersedia tes CD4

Bila tersedia tes CD 4

1

Tidak diobati untuk kepentingan ibu saat ini(rekomendasi tingkat A-III)

Obati jika hitung sel CD 4 < 200 sel/mm3 (rekomendasi tingkat A-III)

2

Tidak diobati (rekomendasi tingkat A-III)

3

Obati (rekomendasi tingkat A-III)

Obati jika hitung sel CD 4< 350 sel/mm3 (rekomendasi tingkat A-III)

4

Obati (rekomendasi tingkat A-III)

Obati tanpa memperhatikan hitung CD 4 ((rekomendasi tingkat A-III)

Pemberian ARV Selama Kehamilan, Persalinan dan Setelah Melahirkan mengikuti sejumlah prinsip sebagai berikut

  • Protokol pemberian ARV mengikuti Pedoman Nasional Pengobatan ARV di Indonesia (CD4/Limfosit
  • Untuk PMTCT semua ibu hamil diberi ARV pencegahan tanpa melihat CD4/LimfositPemberian ARV melalui jalur RS Rujukan Odha yang telah ditentukan Pemerintah
  • Perempuan mengalami kadar hitung CD 4 yang lebih rendah saat kehamilan dibandingkan setelah melahirkan/nifas, sebagian dikarenakan hemodilusi terkait kehamilan. Hal ini mempengaruhi penggunaan ambang batas 350 pada perempuan hamil, khususnya pada stadium klinis 1 atau 2, belum diketahui.

Kriteria memulai terapi ARV pada perempuan hamil sama dengan perempuan yang tidak hamil, dengan pengecualian bahwa terapi ini dianjurkan bagi perempuan hamil yang telah mengalami stadium klinis 3 dan hitung CD 4 dibawah 350 sel/mm3.

PROFILAKSIS ANTIRETROVIRAL
Profilaksis ARV adalah penggunaan obat antiretroviral jangka pendek yang digunakan perempuan hamil HIV positif selama masa kehamilan untuk mengurangi risiko penularan HIV ke janin yang dikandungnya

Risiko Profilaksis ARV

Besarnya risiko profilaksis ARV terhadap perempuan, janin dan bayi tergantung kepada: (1)
waktu pajanan; (3) lama pajanan; (3) jumlah obat.
Perubahan fisiologi selama kehamilan mempengaruhi distribusi, metabolisme dan eliminasi obat, sehingga menyulitkan prediksi farmakokinetik ARV. Studi farmakokinetik untuk AZT, 3TC, ddI, d4T dan NVP menyimpulkan bahwa tidak perlu penyesuaian dosis