Jumat, 09 September 2011

Pulkam = Perbaikan Gizi "versi Makanan Khas Banjar"

Setelah gagal di hari ke-5 dalam DIET 13 HARI-ku (yang terispirasi oleh Mona Ratuliu), semangat makanku kembali penuh semangat '45. Masuk bulan Ramadhan, di awal memang sempat turun beberapa kilo. Alhamdulillah,... gak usak capek-capek diet turun sendiri. Tapi begitu masuk Syawal ini, kusadari pakaianku gak muat lagi, hiks,... Lha iya lah,... pertengahan puasa aku pulkam ke kampung halamanku Banjarmasin tercinta.

Dengan alasan obat kangen, segala kue dan makanan yang kusukai selalu kubilang "monggo",..
Apalagi kalo sudah ke pasar wadai Ramadhan,.. Wuiih,.. kalo nggak ditahan rasanya semua yang ada mau kuborong. Apalagi ada bingka kentang favoritku, trus amparan tatak, kelelepon, etc... etc...(Lagian, mumpung ada yang bayarin,.. hehehe.., piss DEK!!)
Itu baru godaan pertama. Pas sudah Syawal, tante, adik ipar dan sepupu-sepupuku yang memiliki dedikasi tinggi serta intelegensi yang tidak diragukan lagi dalam hal masak memasak telah membulatkan tekadku uutuk mengucapkan goodbye pada rencana menurunkan berat badan.


(1) Perpaduan udang galah dan buah kalangkala,.. makan siang hari, wuiii.....


(2) Sore-sore ke Seberang Mesjid,.. eh tau-tau ketemu Lontong Orari (disengaja kallee,... memang mau nyari kan?)







(3) Soto Banjar Pak Amat dekat jembatan Banua Anyar, makan pagi sambil melihat lalulalang jukung dan kelotok..










(4) Ketupat kandangan dekat Pasar lama, pakai ikan bakar + acar mangga muda,...
Ampuh untuk siang yang panas di Banjar












(5) Intalu Iwak
Makan sore yang harusnya gak boleh banyak, terpaksa harus jadi 3 piring.. Apa boleh buat, godaannya lebih kuat.






(6) Pagi-pagi buta saat baru bangun, Ilham Ladunny keponakanku yang paling manis sedunia bilang "Bunda, kita beli nasi kuning masak habang ya, di tempat Nini Saddam". Baiklah, demi ponakanku tercinta (dan demi perutku sendiri tentunya) ini menu pagi hari saat di Sekumpul, Martapura.





(7) Siang hari, Cicih sepupuku yang baik hati dan tidak sombong sudah masak iwak samu + gangan umbut. Hallah,.. hallah,... Meski hari hujan, tetap keringatan.




(8) Satu lagi makanan favoritku,..
Gangan Asam Iwak Patin..


Well,.. setelah berintrospeksi akhirnya aku tau kenapa aku gendut lagi..


Note:
Saking semangatnya makan, seringkali gak sempat mfoto. Jadi, beberapa foto diambil dari berbagai sumber tentang kuliner Banjar