Jumat, 14 Oktober 2011

Pijat Bayi dan Pertumbuhan

Pertumbuhan bayi merupakan hasil dari interaksi antara faktor genetic dan lingkungan, baik lingkungan sebelum lahir maupun setelah dilahirkan. Faktor lingkungan berupa stimulasi yaitu perangsangan yang datang dari lingkungan luar anak. Stimulasi merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang banyak mendapatkan stimulasi terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi. Berbagai macam stimulasi seperti stimulasi visual, verbal, auditif dan taktil dapat mengoptimalkan perkembangan anak (Soetjiningsih, 1995). Stimulasi taktil dapat berupa pijatan yang dilakukan pada bayi sejak lahir, sehingga memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya.

Mekanisme pijatan dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi bahwa pijatan dapat menstimulasi aktivitas nerves vagus, kemudian cabang dari syaraf tersebut memudahkan pengeluaran hormon penyerapan makanan (Field et al., 2005). Hasil penelitiannya menunjukkan adanya peningkatan aktivitas nervus vagus dan hormon insulin pada bayi premature yang dipijat.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel pembunuh alami (natural killer cells) dan peningkatan limfosit (suatu indek untuk kekebalan tubuh) setelah mendapatkan terapi pijat (Field et al., 2005). Hasil temuan ini menyatakan bahwa adanya peningkatan fungsi kekebalan tubuh, karena natural killer cells merupakan garis terdepan dalam sistim kekebalan tubuh untuk menghindari sel virus dan kanker. Hendaknya pijat bayi dilakukan dengan memadukan antara ilmiah, seni dan kasih sayang. Pijat ini lebih baik dilakukan oleh orang tua, karena orang terdekat dengan bayi. Pijat bayi juga lebih baik dilakukan sejak lahir semakin cepat mengawali pemijatan semakin besar manfaatnya (Roesli, 2001).