Senin, 28 Mei 2012

Mengenal Hyperemesis Gravidarum

Hyperemesis gravidarum adalah mual – muntah berlebihan sehingga menimbulkan gangguan aktivitas sehari – hari dan bahkan membahayakan hidupnya. Biasanya wanita hamil ybs memuntahkan segala apa yang dimakan dan diminum hingga berat badannya sangat turun, turgor kulit berkurang, diuresis berkurang dan timbul asetonuri, keadaan ini disebut Hyperemesis gravidarum. Keadaan ini biasanya terjadi pada usia hamil mudPenyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Tidak ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh faktor toksik, juga tidak ditemukan kelainan biokimia. Perubahan – perubahan anatomik pada otak, jantung, hati dan susunan saraf, disebabkan oleh kekurangan vitamin serta zat – zat lain. Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain antara lain:
1.      Faktor predisposisi:
a.     Primigravida.
b.     Overdistensi rahim : hidramnion, kehamilan ganda, estrogen dan HCG tinggi, mola hidatidosa.
2.      Faktor organik:
a.     Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal.
b.     Perubahan metabolik akibat hamil.
c.      Resistensi yang menurun dari pihak ibu.
d.     Alergi.
3.      Faktor psikologis :
a.     Rumah tangga yang retak.
b.     Hamil yang tidak diinginkan.
c.      Takut terhadap kehamilan dan persalinan.
d.     Takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu.
e.     Kehilangan pekerjaan.

Hyperemesis gravidarum menurut berat ringannya gejala dapat dibagi atas 3 tingkatan. Diagnosis Hyperemesis gravidarum biasanya tidak sukar. Harus ditentukan adanya kehamilan muda dan muntah terus menerus, sehingga mempengaruhi keadaan umum. Namun demikian harus dipikirkan kehamilan muda dengan penyakit pielonefritis, hepatitis, ulkus ventrikuli dan tumor serebri yang dapat pula memberikan gejala muntah.  


Prinsip pencegahan adalah mengobati emesis agar tidak terjadi Hyperemesis gravidarum dengan cara:
  • Memberikan penerangan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik. 
  • Memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang – kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan. 
  •  Menganjurkan mengubah makan sehari – hari dengan makanan dalam jumlah kecil tapi sering.
  • Menganjurkan pada waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, terlebih dahulu makan roti kering atau biskuit dengan dengan teh hangat. 
  • Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan. 
  • Makanan seyogyanya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin. 
  • Defekasi teratur. 
  • Menghindari kekurangan karbohidrat merupakan faktor penting, dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula.
Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak mengurang maka diperlukan:
1.     Obat – obatan
a)    Sedativa : phenobarbital
b)    Vitamin : Vitamin B1 dan B6 atau B – kompleks
c)    Anti histamin : Dramamin, avomin
d)Anti emetik (pada keadan lebih berat) : Disiklomin hidrokhloride atau khlorpromas in
Penanganan Hyperemesis gravidarum yang lebih berat perlu dikelola di rumah sakit.
2.     Isolasi
a)    Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah dan peredaran udara yang baik.
b)    Catat cairan yang keluar masuk.
c)    Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam kamar penderita, sampai muntah berhenti dan penderita mau makan.
d)    Tidak diberikan makanan/minuman dan selama 24 jam.
Kadang – kadang dengan isolasi saja gejala – gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.
3.     Terapi psikologik
a)    Perlu diyakinkan kepada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan.
b)    Hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan.
c)    Kurangi pekerjaan serta menghilangkan masalah dan konflik
4.     Cairan parenteral
a)    Cairan yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan glukose 5% dalam cairan fisiologis (2 – 3 liter/hari).
b)    Dapat ditambah kalium, dan vitamin (vitamin B kompleks, Vitamin C).
c)    Bila kekurangan protein dapat diberikan asam amino secara intravena.
d)    Bila dalam 24 jam penderita tidak muntah dan keadaan umum membaik dapat diberikan minuman dan lambat laun makanan yang tidak cair.
Dengan penanganan diatas, pada umumnya gejala – gejala akan berkurang dan keadaan akan bertambah baik
5.     Menghentikan kehamilan
Bila pegobatan tidak berhasil, bahkan gejala semakin berat hingga timbul ikterus, delirium, koma, takikardia, anuria, dan perdarahan retina, pertimbangan abortus terapeutik.