Kamis, 28 Juni 2012

MAU ADOPSI ANAK? INI TATACARANYA,...

Adopsi/ pengangkatan anak sebenarnya adalah hal yang lazim dilakukan di masyarakat kita, dengan berbagai alasan. Ada yang memang  demi kepentingan anak, tapi juga ada yang demi kepentingan si orang tua yang mengangkat anak tersebut. Kepentingan ortu angkat misalnya adalah untuk meneruskan nama FAM/ marga, untuk "pancingan" agar ybs bisa punya momongan  sendiri, atau demi kepentingan "publisitas". Harapan kita tentunya bahwa pengangkatan anak dilakukan demi kepentingan si anak itu sendiri, yaitu demi kesejahteraan anak, perbaikan kehidupan anak, serta untuk memberi "masa depan" pada anak.
Pengangkatan anak merupakan "perbutan hukum untuk mengalihkan hak anak dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua/wali syah/ orang lain yang bertanggungjawab agas perawatan, pendidikan, dan membeesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orangtua angkatnya berdasarkan putusan  atau penetapan pengadilan".
Pengangkatan anak ada 2 jenis, yaitu (1) antar WNI; dan (2) antara WNI dengan WNA. Di masyarakat kita (antar WNI), dapat dilakukan secara adat (berdasarkan adat setempat) dan ada juga yang dilakukan berdasarkan penetapan UU (pengadilan). Jenis pengangkatan anak berdasar adat ini dapat dimohonkan untuk ditetapkan di pengadilan.
Beberapa hal yang harus diketahui dalam hal PENGANGKATAN ANAK al:

1. PRINSIF PENGANGKATAN ANAK
  •  Dilakukan untuk kepentingan anak
  • Tidak memutus hubungan darah antara anak angkat dengan orangtuanya (kandung)
  • Ortu angkat dan anak anngkat harus satu agama. Jika asal usul agama anak tidak diketahui maka disesuaikan dengan  agama moyoritas penduduk setempat (temapt dimana anak tersebut berasal)
  • Orangtua angkat wajib memberitahu kepada anak angkat mengenai asal usulnya (pada situasi yang tepat)
  • Calon anak angkat belum berusia 18 tahun
  • Calon ortu angkat berusia minimal 30 tahun dan maksimal 55 tahun
  • Ortu angkat tidak punya anak atau hanya memiliki satu anak
  • Ortu angkat hanya boleh mengangkat paling banyak 2 kali dengan jarak paling singkat 2 tahun (artinya --> jika sudah punya 1 anak hanya boleh mengangkat 1 anak, tapi bila tidak punya anak dapat mengangkat maksimal 2 anak). Jika ingin mengangkat anak kembar (2 orang) maka dapat dilakukan bersamaan.
2. TAHAP PENGANGKATAN ANAK
--> Ada 3 tahap yang harus dilalui, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan pencatatan
  • Tahap Persiapan, yaitu terpenuhinya syarat-syarrat baik dari calon anak angkat maupun calon ortu angkat (sesuai  dengan prinsif pengangkatan anak). 
Syarat calon anak angkat : (1) Belum berusia 18 tahun; (2) Anak terlantar (tidak punya ortu); (3) Anak ditelantarkan (tidak diurus ortu); (4) Berada dalam asuhan keluarga (baik orla mauopun ybs); (5) Berada dalam lembaga pengasuhan anak; (7) Usia belum 6 tahjun merupakan prioritas; (8) Usia 6-12 tahun dilakukan jika ada alasan mendesak; (9) Usia 12 - 18 tahunn dilakukan jjika anak memerlukan perlindungan khusus.
Syarat calon orang tua asuh: (1) sehat jasmani dan rokhani; (2)  Berusia minimal 30 tahun dan maksimal 55 tahun; (3) Beragama sama dengan calon anak  angkat; (4) Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum; (5) Berstatus menikah atau pernah menikah paling singkat 5 tahun; (6) Tidak merupakan pasangan sejenis; (7) Tidak atau belum mempunyai anak atau memiliki satu orang anak; (8) Dalam keadaan mampu ekonomi dan sosial; (9) Memperoleh persetujuan anak dan ijin tertulis dari ortu kandung anak atau wali anak; (10) Membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan dan perlindungan anak; (11) Adanya laporan sosial dari pekerja sosial setempat; (12) Telah mengasuh calon anak angkat paling singkat 6 bulan sejak ijin pengasuhan diberikan; (13) Memperoleh ijin dari Menteri dan/ atau kepala instansi sosial.

  • Tahap Pelaksanaan, sbb: (1)Ybs mengajukan ijin pengangkatan anak ke Dinas Sosial; (2) Dinas Sosial mengadakan penelitian lapangan; (3) Dinas Sosial mengeluarkan ijin; (4) Ybs mengajukan permohonan ke Pengadiilan Negeri / Pengadilan Agama (melampirkan syarat-syarat); (5) Pengadilan melakukan pemeriksaan --> bukti terlampir (formil) dan bukti saksi (materiil)
  • Tahap Pencatatan dilakukan di wilayah RI.

Finalis Mahasiswa Berprestasi Tahun 2012

Pengumuman mapres tahun 2012 sudah rilis, dan alhamdulillah Poltekkes Jogja katut.
Pengumumannya bisa didownload pada laman http://www.dikti.go.id  DISINI