Minggu, 16 September 2012

Inisiasi Menyusu Dini, Prinsif Pelaksanaaan & Pengaruhnya terhadap Involusio Uteri



Pengertian
Inisiasi menyusu dini (IMD) atau Early Inisiation adalah memberi kesempatan pada ibu bersalin untuk menyusui sendiri bayinya dalam satu jam pertama kelahirannya. Ketika bayi sehat di letakkan di atas perut atau dada ibu segera setelah lahir dan terjadi kontak kulit (skin to skin contact) merupakan pertunjukan yang menakjubkan, bayi akan bereaksi oleh karena rangsangan sentuhan ibu, dia akan bergerak di atas perut ibu dan menjangkau payudara. Bayi menunjukan kesiapan untuk menyusu 30-60 menit setelah lahir (Roesli, 2008).

Pemerintah telah membuat kebijakan Asuhan Persalinan Normal (APN) untuk pelaksana kebidanan dalam pertolongan persalinan. Kebijakan ini dibuat agar dapat memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi ibu. Inisiasi Menyusu Dini merupakan salah satu kegiatan yang terdapat dalam APN.
World Health Organization (WHO) dan komunitas ilmiah sangat merekomendasikan IMD pada satu jam pertama dari kelahiran. Evidence menunjukkan bahwa IMD dapat mencegah 22% kematian bayi selama satu bulan di negara berkembang. Kita ketahui bahwa bayi manusia dapat melakukan IMD dengan sendirinya, seperti pada bayi hewan, yaitu dengan tetap mempertahankan hubungan skin to skin  diantara dada ibu. Hal ini dikenal dengan sebutan “Breast Crawl” (Gangal, 2007).

Prinsip Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Segera setelah melahirkan dan setelah bayi menangis dan bernafas spontan dengan baik, maka bayi harus dikeringkan dengan hati-hati (kecuali tangan) dengan kain yang lembut. Tangan harus dipastikan dicuci dengan sabun sebelum menyentuh bayi, kemudian bayi diperlihatkan kepada ibu, menjaganya tetap dekat dengan ibu, dan dilakukan melekatkan pipi dengan pipi (cheek-to-cheek contact). Hal ini memungkinkan ibu untuk mencium bayi dan memfasilitasi untuk mengatakan ungkapan dan pesan suci di telingan bayi,
Bayi diletakkan telanjang diantara payudara ibu. Kedua dada ibu dan bayi telanjang, sehingga bayi dapat melakukan kontak kulit penuh dengan ibu. Bayi dan ibu harus diselimuti bersama dengan kain, jadi menjaga mereka tetap hangat selama proses kontak kulit, Bayi harus dijaga agar tidak jatuh. Bayi sangat terjaga dan bereaksi segera setelah lahir dan berada pada level terbaik pada instingnya,
Bayi tetap terjaga hangat dengan kontak kulit dengan ibu. Sentuhan juga merupakan stimulus yang kuat bagi perkembangan saraf, Risiko bayi terhadap infeksi akan berkurang karena bakteri baik dari ibu mulai membuat koloni untuk kulit dan pencernaan, dan mencegah bakteri jahat berkembang, Posisi memastikan merangsang insting awal dan memberi kehangatan, cinta, keamanan, dan makanan. Hal ini juga menginisiasi ikatan antara ibu dan bayi,  Anjurkan ibu mengangkat kepala di bantal untuk memfasilitasi kontak mata ibu dan bayi,
Tendangan kaki bayi akan memberikan dorongan kepada rahim untuk menstimulasi agar berkontraksi. Hal ini akan membantu pelepasan plasenta dan mengurangi perdarahan. Ketika bayi menadari bahwa makanan telah dekat, ia akan mulai mengeluarkan ludah (saliva). Bau payudara akan memberikan stimulasi yang kuat  akan menunjukkan bayi untuk mencari puting susu. Naluri penciuman bayi akan berkembang baik. Bau cairan yang dikeluarkan oleh puting susu hampir sama dengan bau cairan ketuban yang menyelimuti bayi dalam kandungan.
Pijatan puting susu oleh bayi akan membuat puting menonjol. Hal ini akan membantu dalam pelekatan. Pijatan puting susu akan mengeluarkan hormon oksitosin pada ibu. Hal ini akan membantu uterus untuk berkontraksi, mengurangi perdarahan, dan mencegah anemia pada ibu. Bayi akan mulai melakukan gerakan mulut. Tangan bayi terdapat cairan ketuban, yang akan menunjukkan bayi pada puting susu. Otot bahu dan leher bayi akan cukup membantu dalam pergerakannya. Meskipun dengan penglihatan yang terbatas, bayi dapat melihat areola. Apabila bayi mengangkat kepala, ia juga dapat melihat wajah ibunya. Bayi kemudian mencapai puting susu, mengangkat kepala, dan dapat menangkap puting susu dengan manisnya dengan membuka lebar mulutnya hingga penuh oleh puting susu (Gangal et al, 2007).

Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini terhadap Kecepatan Involusi Uteri.
Inisiasi menyusu dini akan merangsang kelenjar hipofise posterior melepaskan oksitosin yang membuat kontraksi uterus sehingga mempercepat involusi uterus (Varney, 2010). Sentuhan tangan, mulut dan kepala bayi serta hisapan pada payudara merangsang produksi oksitosin ini penting karena beberapa alasan: 1) Oksitoksin menyebabkan kontraksi uterus,hal ini dapat membantu mempercepat involusi uterus; 2) Oksitoksin merangsang hormon lain yang menyebabkan ibu merasa tenang, rileks; 3) Oksitoksin merangsang aliran ASI dalam payudara ke mulut bayi. Apabila menyusu dini terjadi perangsangan putting susu,terbentuk prolaktin oleh hipofise anterior sehingga sekresi air susu ibu lancar.