Jumat, 12 Oktober 2012

Masalah dan Prognosis Bayi Berat Lahir Rendah



Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram yang ditimbang sampai dengan 24 jam pertama setelah lahir (Budjang, 2007). Istilah prematuritas telah diganti dengan BBLR karena terdapat dua bentuk penyebab kelahiran bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gram yaitu karena umur kehamilan kurang dari 37 minggu, berat badan lebih rendah dari semestinya, sekalipun umur cukup, atau karena kombinasi keduanya (Manuaba, 2010). World Health Organization (WHO) tahun 1961 mengganti istilah bayi prematur dengan BBLR.Perubahan istilah dilakukan karena tidak semua bayi dengan berat kurang dari 2500 gram pada waktu lahir adalah bayi prematur (Budjang, 2007).Dari beberapa definisi bayi berat lahir rendah (BBLR) tersebut dapat disimpulkan bahwa BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi.

MASALAH YANG DIALAMI
Masalah yang dialami bayi dengan berat lahir rendah yaitu:
1)        Masalah bayi prematur
Makin pendek masa kehamilannya, makin kurang sempurna   alat-alat tubuhnya, dengan akibat makin mudahnya terjadi komplikasi dan makin tingginya angka kematian. Beberapa komplikasi yang mudah timbul adalah sebagai berikut :
a. Suhu tubuh yang tidak stabil
b. Gangguan pernapasan yang berat pada BBLR
c. Gangguan alat pencernan dan problema nutrisi
d. Immatur hati yang menyebabkan hiperbilirubinemia
e. Produksi urin sedikit
f. Perdarahan mudah terjadi karena pembuluh darah yang rapuh
g. Daya tahan tubuh terhadap infeksi menurun
h. Perdarahan Intravertikuler
2)      Masalah bayi Dismatur
Alat-alat dalam tubuhnya sudah bertumbuh lebih baik bila dibandingkan dengan bayi prematur dengan berat yang sama. Masalah yang harus ditangani :
            a. Aspirasi mekoneum yang sering diikuti pneumothoraks
            b. Hipoglikemia
         c. Keadaan lain yang mungkin terjadi : asfiksia, perdarahan paru massif, hipotermia, cacat bawaan.

PROGNOSIS
Kematian perinatal pada bayi berat lahir rendah 8 kali lebih besar dari bayi normal pada umur kehamilan yang sama. Prognosis akan lebih buruk lagi apabila berat lahir bayi makin rendah. Angka kematian yang tinggi terutama disebabkan oleh seringnya dijumpai kelainan neonatal seperti asfiksia, aspirasi pneumonia, perdarahan intrakranial dan hipoglikemia (Mochtar, 2007).
Prognosis bayi berat lahir rendah tergantung dari berat ringannya masalah perinatal,  misalnya masa gestasi (semakin muda masa gestasi atau semakin rendah berat badan bayi semakin tinggi angka kematian). Prognosis ini juga tergantung dari keadaan sosial ekonomi,  pendidikan orang tua dan perawatan pada saat kehamilan, persalinan, dan postnatal (pengaturan suhu lingkungan, resusitasi, makanan, mencegah infeksi, mengatasi gangguan pernapasan, asfiksia, hiperbilirubinemia, hipoglikemia, dan lain-lain (Budjang, 2007).