Selasa, 21 Januari 2014

TRIASE & KONDISI GAWAT DARURAT PEDIATRI





Kata triase (triage) berarti memilih. Jadi triase adalah proses skrining secara cepat terhadap semua anak sakit segera setelah tiba di rumah sakit untuk mengidentifikasi ke dalam salah satu kategori berikut:
  • Dengan tanda kegawatdaruratan (EMERGENCY SIGNS): memerlukan penanganan kegawatdaruratan segera.
  • Dengan tanda prioritas (PRIORITY SIGNS): harus diberikan prioritas dalam antrean untuk segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan tanpa ada keterlambatan.
  • Tanpa tanda kegawatdaruratan maupun prioritas: merupakan kasus NON-URGENT sehingga dapat menunggu sesuai gilirannya untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.  
 Tanda kegawatdaruratan, konsep ABCD:
  • Airway. Apakah jalan napas bebas? Sumbatan jalan napas (stridor)  
  • Breathing. Apakah ada kesulitan bernapas? Sesak napas berat (retraksi dinding dada, merintih, sianosis)?
  • Circulation. Tanda syok (akral dingin, capillary refill > 3 detik, nadi cepat dan lemah).
  • Consciousness. Apakah anak dalam keadaan tidak sadar (Coma)? Apakah kejang (Convulsion) atau gelisah (Confusion)?
  • Dehydration. Tanda dehidrasi berat pada anak dengan diare (lemah, mata cekung, turgor menurun).

 
Anak dengan tanda gawat-darurat memerlukan tindakan kegawatdaruratan segera untuk menghindari terjadinya kematian.
Tanda prioritas  digunakan untuk mengidentifikasi anak dengan risiko kematian tinggi. Anak ini harus dilakukan penilaian segera.




Periksa tanda kegawatdaruratan dalam 2 tahap:
  • Tahap 1: Periksa jalan napas dan pernapasan, bila terdapat masalah segera berikan tindakan untuk memperbaiki jalan napas dan berikan napas bantuan.
  • Tahap 2: Segera tentukan apakah anak dalam keadaan syok, tidak sadar, kejang, atau diare dengan dehidrasi berat.

Bila didapatkan tanda kegawatdaruratan:
  • Panggil tenaga kesehatan profesional terlatih bila memungkinkan, tetapi jangan menunda penanganan. Tetap tenang dan kerjakan dengan tenaga kesehatan lain yang mungkin diperlukan untuk membantu memberikan pertolongan, karena pada anak yang sakit berat seringkali memerlukan beberapa tindakan pada waktu yang bersamaan. Tenaga kesehatan profesional yang berpengalaman harus melanjutkan penilaian untuk menentukan masalah yang mendasarinya dan membuat rencana penatalaksanaannya.
  • Lakukan pemeriksaan laboratorium kegawatdaruratan (darah lengkap, gula darah, malaria). Kirimkan sampel darah untuk pemeriksaan golongan darah dan cross-match bila anak mengalami syok, anemia berat, atau perdarahan yang cukup banyak.
  • Setelah memberikan pertolongan kegawatdaruratan, lanjutkan segera dengan penilaian, diagnosis dan penatalaksanaan terhadap masalah yang mendasarinya.
  
Bila tidak didapatkan tanda kegawatdaruratan, periksa tanda prioritas (konsep 4T3PR MOB):
  • Tiny baby (bayi kecil < 2 bulan)
  • Temperature (anak sangat panas)
  • Trauma (trauma atau kondisi yang perlu tindakan bedah segera)
  • Trismus
  • Pallor (sangat pucat)
  • Poisoning (keracunan)
  • Pain (nyeri hebat)
  • Respiratory distress (distres pernapasan)
  • Restless, irritable, or lethargic (gelisah, mudah marah, lemah)
  • Referral (rujukan segera)
  • Malnutrition (gizi buruk)
  • Oedema (edema kedua punggung kaki)
  • Burns (luka bakar luas)
Anak dengan tanda prioritas harus didahulukan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dengan segera (tanpa  menunggu giliran). Pindahkan anak ke depan antrean. Bila ada trauma atau masalah bedah yang lain, segera cari pertolongan bedah.


Catatan Untuk Penilaian Tanda Kegawatdaruratan Dan Prioritas

Menilai jalan napas (airway = A) dan pernapasan (breathing = B)
Apakah pernapasan anak kelihatan tersumbat? Lihat dan dengar apakah ada aliran udara napas yang tidak adekuat selama bernapas.
Apakah ada gangguan pernapasan yang berat? Pernapasan anak sangat berat, anak menggunakan otot bantu pernapasan (kepala yang menganggukangguk), apakah pernapasan terlihat cepat, dan anak kelihatan mudah lelah? Anak tidak bisa makan karena gangguan pernapasan.
Apakah ada sianosis sentral? Terdapat perubahan warna kebiruan/keunguanpada lidah dan mukosa mulut.
Menilai sirkulasi (circulation = C) (untuk syok)
Periksa apakah tangan anak teraba dingin? Jika ya:
Periksa apakah capillary refill lebih dari 3 detik. Tekan pada kuku ibu jari tangan atau ibu jari kaki selama 3 detik sehingga nampak berwarna putih. Tentukan waktu dari saat pelepasan tekanan hingga kembali ke warna
semula (warna merah jambu).
Jika capillary refill lebih dari 3 detik, periksa denyut nadi anak. Apakah denyut nadi anak tersebut lemah dan cepat? Jika denyut nadi pergelangan tangan (radius) kuat dan tidak terlalu cepat, anak tidak mengalami syok. Jika tidak dapat dirasakan adanya denyut nadi radius pada bayi (kurang dari 1 tahun), rasakan denyut nadi leher, atau jika bayi berbaring rasakan denyut nadi
femoral. Jika tidak dapat dirasakan denyut nadi radius, cari karotis. Jika ruangan terlalu dingin, gunakan denyut nadi untuk  menentukan apakah anak dalam keadaan syok.
Menilai koma (coma = C) atau kejang (convulsion = C) atau kelainan status mental lainnya
Apakah anak koma? Periksa tingkat kesadaran dengan skala AVPU:
  • A: sadar (alert)
  • V: memberikan reaksi pada suara (voice)
  • P: memberikan reaksi pada rasa sakit (pain)
  • U: tidak sadar (unconscious)
Jika anak tidak sadar, coba untuk membangunkan anak dengan berbicara atau mengguncangkan lengan anak. Jika anak tidak sadar, tetapi memberikan reaksi terhadap suara, anak mengalami letargis. Jika tidak ada reaksi, tanyakan kepada ibunya apakah anak mempunyai kelainan tidur atau susah untuk dibangunkan. Lihat apakah anak memberikan reaksi terhadap rasa sakit atau tidak. Jika demikian keadaannya berarti anak berada dalam keadaan koma (tidak sadar) dan memerlukan pengobatan gawat darurat.
Apakah anak kejang? Apakah ada kejang berulang pada anak yang tidak memberikan reaksi?

Menilai dehidrasi (dehydration = D) berat pada anak diare
Apakah mata anak cekung? Tanyakan kepada ibunya apakah mata anak terlihat lebih cekung daripada biasanya.
Apakah cubitan kulit perut (turgor) kembali sangat lambat (lebih lama dari 2 detik)? Cubit kulit dinding perut anak pertengahan antara umbilikus dan dinding perut lateral selama 1 detik, kemudian lepaskan dan amati.

Menilai Tanda Prioritas
Pada saat melakukan penilaian tanda kegawatdaruratan, catat beberapa tanda prioritas yang ada:
  • Apakah ada gangguan pernapasan (tidak berat)?
  • Apakah anak tampak lemah(letargi) atau rewel atau gelisah?
Keadaan ini tercatat pada saat menilai koma.